Enam makanan penyebab kolesterol tinggi ini sebaiknya dihindari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolesterol kerap diasosiasikan sebagai zat jahat penyebab munculnya berbagai macam penyakit di dalam tubuh. Atas dasar inilah, kita kerap mendengar anjuran untuk mengurangi bahkan menghindari makanan penyebab kolesterol sejak dini. 

Tetapi, tahukah bahwa kolesterol sebetulnya merupakan komponen yang dibutuhkan oleh tubuh? 

Ya, dalam kondisi normal, zat yang diproduksi oleh hati ini berguna untuk membangun membran sel, hormon, vitamin D, serta berfungsi mencerna lemak. Zat ini menjadi jahat ketika gaya hidup kita menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak kolesterol, misalnya dengan mengonsumsi berbagai makanan penyebab kolesterol tinggi. 


Ketika zat ini menumpuk di arteri jantung, ia akan menyebabkan penyumbatan yang kemudian menimbulkan penyakit tertentu, seperti jantung koroner, serangan jantung, atau stroke. 

Baca Juga: Berikut penyebab serangan jantung pada pria di bawah 40 tahun

Meskipun demikian, terdapat berbagai cara menurunkan kolesterol yang bisa kita jalani. Salah satunya melalui konsumsi makanan yang rendah kolesterol. 

Penyebab kolesterol tinggi Kadar kolesterol kita dikatakan tinggi jika terdapat terlalu banyak ‘kolesterol jahat’ (low-density lipoprotein atau LDL) di dalam darah. Kondisi ini bisa diperparah jika kita juga memiliki level ‘kolesterol baik’ (high-density lipoprotein atau HDL) yang rendah. 

Ini terjadi ketika kita tidak memerhatikan makanan yang masuk ke tubuh. Makanan yang dimaksud bukan sekedar mengandung lemak, tapi juga tergolong pada jenis lemak tertentu, yaitu trans fat dan saturated fat. 

Trans fat bukan hanya menaikkan LDL, melainkan juga menurunkan kadar HDL di dalam darah sehingga mereka dikategorikan sebagai jenis lemak paling berbahaya. Trans fat banyak terdapat pada minyak sayur yang diproses secara artifisial atau disebut proses hidrogenasi. 

Sementara saturated fat biasanya terdapat pada daging dan susu. Lemak jenis ini memicu hati untuk memproduksi lebih banyak LDL sehingga kadar lemak jahat di dalam tubuh bisa meninggi. 

Editor: Tendi Mahadi