Envy Technologies Indonesia (ENVY) sudah menyerap dana IPO sebesar Rp 196 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki 2020, PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) tercatat sudah menyerap dana IPO sebesar Rp 196 miliar dari total dana yang didapatkan senilai Rp 222 miliar.

Sukawidiani Resi, Corporate Secretary ENVY memaparkan, penggunaan dana IPO tersebut dialokasikan ke lini bisnis sistem integrasi informatika, telekomunikasi, riset dan pengembangan, hingga modal kerja perusahaan.

Baca Juga: Lima Tahun ke Depan, Envy Technologies (ENVY) Bidik Proyek Baru Rp 1,25 Triliun


"Dana IPO diserap untuk dialokasikan pada lini bisnis Sistem Integrasi Informatika sebesar Rp 56 miliar, Sistem Integrasi Telekomunikasi sebesar Rp 42 miliar, riset dan pengembangan sebesar Rp 4,6 miliar, pembayaran hutang perusahaan senilai Rp 50 miliar, hingga modal kerja seperti gaji, sewa kantor, pembelian asset dan lain-lain mencapai Rp 30 miliar," jelasnya pada Kontan.co.id, Rabu (15/1).

Ia melanjutkan, capex yang masih berasal dari dana IPO, selanjutnya akan dialokasikan untuk keperluan proyek perseroan di bidang Cost of Goods Sold (COGS). Barang-barang tersebut antara lain berupa fasilitas gedung, pengadaan komputer, mobil dan lainnya.

Sementara itu, tahun ini ENVY menargetkan bisa meraup pendapatan senilai Rp180 miliar dan laba bersih di angka Rp12 miliar.

Baca Juga: Tahun depan, Envy Technologies (ENVY) targetkan pendapatan Rp 180 miliar

"Mengawali tahun ini, proyek baru ENVY yang akan segera dilaksanakan berasal dari sektor Sistem Integrasi Informatika, di antaranya Big Data & Artificial Inteligent, ASEAN Co-Operative & Myangkasa – Unity, GLC - Distribution & Logistic System, IoT - Composite LPG Cylinder, Tax (Host to Host)," lanjutnya.

Selain merupakan bagian dari proyek baru dalam bidang usaha Sistem Integrasi Informatika, proyek tersebut juga berkaitan dengan bidang usaha Keamanan Informasi Digital. "Sedangkan untuk bidang usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi tetap berjalan sebagaimana tahun sebelumnya," kata Sukawidiani.

Editor: Handoyo .