Estimasi biaya perbaikan mobil rusak usai terjang banjir, minimal Rp 6 juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah hujan deras yang mengguyur semalaman, sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir. Banjir tidak hanya terjadi di pemukiman warga saja, tetapi di sejumlah ruas jalan juga ikut terendam dengan ketinggian air bervariasi. 

Meski begitu, tidak sedikit pengemudi kendaraan roda empat yang nekat menerjang banjir meskipun ketinggian air hingga setinggi ban. Padahal, dalam kondisi tersebut ada ancaman kerusakan yang bisa terjadi salah satunya adalah water hammer. 

Water hammer merupakan kondisi di mana air masuk ke dalam ruang mesin sehingga bercampur dengan pelumas atau oli.


Hal ini membuat sistem pelumasan di ruang mesin menjadi terganggu karena viskositas oli sudah berubah setelah bercampur dengan air. Water hammer ini juga bisa menyebabkan kerusakan fatal hingga pecahnya silinder atau blok mesin mobil . 

Baca Juga: 10 Mobil bekas yang lebih murah dibandingkan harga motor Scoopy baru

Division Head After Sales & Biz Solution CARfix Indonesia Sigit Wahyu Anggoro mengatakan, water hammer adalah kondisi di mana ada air dalam jumlah banyak masuk ke ruang bakar mesin, sehingga mengganggu proses pembakaran mesin.

“Kondisi ini bisa menyebabkan piston dan kepala silinder dapur pacu bengkok, blok mesin retak, dan pada akhirnya mesin tidak bisa menyala,” ujar Sigit kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2021). 

Baca Juga: Daftar 10 mobil bekas dengan harga Rp 20 jutaan di bulan Agustus

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie