Gara-gara corona, kinerja Matahari Department Store (LPPF) di semester I-2020 loyo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Matahari Department Store Tbk di sepanjang semester I-2020 kurang memuaskan. Emiten ritel dengan kode LPPF itu mencatatkan penurunan penjualan dan mencetak rugi bersih di enam bulan pertama tahun ini. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih LPPF di semester I-2020 capai Rp 2,25 triliun. Jumlah tersebut turun 62,18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,95 triliun. 

Jika dirinci, penurunan pendapatan perusahaan terjadi lantaran penjualan eceran LPPF anjlok 62,2% year on year (YoY) menjadi Rp 1,44 triliun dari sebelumnya Rp 3,81 triliun. Sementara penjualan konsinyasi bersih ambles 60,57% YoY menjadi Rp 760,07 miliar dari sebelumnya Rp 2,08 triliun. 


Baca Juga: Tetap ekspansif, LPPF buka gerai di Palembang, Depok dan Tangerang

Di sisi lain, perusahaan juga berhasil menekan beban pokok pendapatan yang menjadi Rp 902,97 miliar dari sebelumnya Rp 2,22 triliun. Namun, laba kotor LPPF pun tercatat lebih rendah hingga 63,8% secara YoY. Di mana, laba kotor LPPF di semester I-2019 capai Rp 3,73 triliun, sementara saat ini hanya Rp 1,35 triliun. 

Penurunan beban terjadi setelah perusahaan berhasil mengurangi biaya. Termasuk upaya untuk memperoleh keringanan sewa, yang telah menghasilkan penurunan pengeluaran operasional  53,8% pada kuartal II 2020. Asal tahu saja, pengeluaran operasional LPPF mampu ditekan menjadi Rp 1,66 triliun dari sebelumnya Rp 2,24 triliun. 

Akan tetapi langkah tersebut belum mampu menyelamatkan laba operasional LPPF. Di enam bulan pertama 2020 LPPF menanggung rugi operasional hingga Rp 312,26 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya, LPPF masih mampu mencatatkan laba operasional Rp 1,48 triliun.

Editor: Anna Suci Perwitasari