Garmin setop sementara layanan GPS gara-gara kena serangan ransomware



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen arloji pintar (smartwatch) dan fitness tracker asal Amerika Serikat, Garmin, telah menutup seluruh layanan terkait pelacakan menggunakan GPS, terhitung sejak 23 Juli lalu.

Penghentian tersebut diduga dilakukan akibat adanya serangan ransomware baru bernama "WastedLocker", yang telah melumpuhkan seluruh sistem Garmin, termasuk layanan fitness tracker, flyGarmin, dan aplikasi Garmin Pilot.

Ransomware merupakan program berbahaya ( malware) yang dapat mengenkripsi file dan mengunci data-data milik pengguna. Untuk membuka enkripsi, pelaku biasanya meminta tebusan lebih dahulu.


Baca Juga: Promo Garmin saat buka toko baru, diskon sampai Rp 2,6 juta, waktu terbatas!

WastedLocker diklaim sebagai salah satu jenis ransomware yang cerdas, lantaran disebut mampu mengelabui aneka program perlindungan terhadap malware (anti-malware) yang diterobosnya.

Untuk bisa terbebas dari program berbahaya tersebut, sang peretas meminta uang tebusan berkisar 500.000 dollar AS (Rp 7,3 miliar) hingga 1 juta dollar AS (Rp 14,6 miliar) kepada pihak Garmin.

Saat ini, Garmin masih menutup seluruh layanan pelacakan GPS-nya, dan tengah melakukan pemeliharaan sistem (maintenance) hingga beberapa hari ke depan. Hal ini guna mengatasi serangan malware tersebut.

Sejalan dengan penutupan layanan, Garmin telah menon-aktifkan sementara situs web resminya, diikuti dengan penutupan sinkronisasi data pada pengguna layanan Garmin Connect.

Akibatnya, para pengguna tidak dapat membagikan aktivitas olahraga mereka, misalnya berlari atau bersepeda, ke rekan-rekan mereka lewat sejumlah platform terkait, seperti Strava.

Editor: Yudho Winarto