Gedung Putih jadi kluster Covid-19, debat wapres AS bakal gunakan pemisah



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Debat pemilu presiden Amerika Serikat (AS) akan tetap dilanjutkan walau sejumlah orang terdekat presiden Donald Trump terinfeksi virus corona. Pada jadwal selanjutnya, debat akan dilakukan antara wakil presiden Mike Pence dan penantang-nya Kamala Harris.

Namun, dengan kabar pandemi virus corona yang melanda Gedung Putih, Komisi Pemilihan Presiden memutuskan untuk menggunakan penghalang plexiglass selama debat wakil presiden ini dilakukan pada Rabu (7/10). Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk menurunkan risiko penularan virus corona. 

Satu-satunya debat yang dijadwalkan untuk kandidat wakil presiden ini akan berlangsung di Salt Lake City. 


Baca Juga: Harga minyak mentah ditutup menguat 5%, harga WTI masih di bawah US$ 40 per barel

Baik Harris, yang merupakan senator dari Partai Demokrat AS, dan Pence, yang seorang Republikan, telah dites negatif dalam beberapa hari terakhir. Ketimbang bekerja dari Gedung Putih, Pence pun bekerja dari rumah selama akhir pekan.

Ini dilakukan setelah sejumlah staf Gedung Putih dan tokoh dari Partai Republik, termasuk tiga senator AS, dinyatakan positif Covid-19.

Komisi Debat Presiden juga mengatakan kedua kandidat akan duduk dengan jarak lebih dari 12 kaki atau sekitar 3,7 meter. Akan ada sejumlah tamu dalam debat itu, semuanya bakal menjalani pengujian, dan siapa pun yang tidak memakai masker akan "dikawal," kata komisi itu.

Pada debat presiden pertama antara Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden pekan lalu, beberapa anggota keluarga Trump tidak mengenakan masker saat duduk di antara penonton.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Pence, Katie Miller, bilang, "Jika Senator Harris ingin menggunakan benteng di sekeliling dirinya, lakukanlah."

Sebagai tanggapan, Sabrina Singh, juru bicara Harris, menulis di Twitter: "Menarik bahwa @VPComDir Katie Miller mengolok-olok keinginan kami untuk membuat penghalang kaca di panggung debat, ketika bosnya sendiri seharusnya bertanggung jawab atas gugus tugas Covid-19 dan harus menganjurkan untuk ini juga. "

Miller sendiri sempat terinfeksi virus corona pada musim semi lalu. 

Editor: Anna Suci Perwitasari