Goodyear Indonesia (GDYR) Bidik Pertumbuhan Penjualan Ban Kendaraan Niaga



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mendukung tantangan percepatan industrialisasi nasional, emiten produsen ban, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), mulai memasuki pasar segmen kendaraan niaga melalui produk terbarunya, yakni Goodyear S501.

Meskipun bukan pioneer dari pemain di segmen ini, Goodyear optimistis bahwa produknya tersebut dapat diterima dengan baik oleh pasar Indonesia. Perusahaan menargetkan penjualan Goodyear S501 ini bisa tumbuh hingga tiga kali lipat dibandingkan penjualan pada saat produk ini pertama diluncurkan pada pertengahan tahun 2021 lalu. 

"Kami bukan pioneer, secara value belum bisa ngomongin pangsa pasarnya, masih single digit. Tapi tahun ini kami sangat agresif dan optimistis sekali bisa menaikkan penjualan hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu," ungkap Direktur Komersial Goodyear Indonesia, Iman Santoso, dalam media gathering virtual, Kamis (17/3). 


Demi menjawab kebutuhan mobilitas perusahaan, UMKM dan pemilik serta pengelola armada truk di Indonesia, produk Goodyear S501 ini secara khusus menyasar segmen truk 3/4 atau juga disebut sebagai truk ringan. 

Baca Juga: Hadirkan ban unggulan terbaru, Goodyear Indonesia luncurkan Assurance Maxguard SUV

Truk 3/4 ini merupakan salah satu jenis truk yang paling besar pasarnya di Indonesia. Sehingga dari Goodyear sendiri memilih menyasar segmen truk ini untuk pasar komersial. "Kalau kami lihat truk 3/4 ini segmen pasar terbesar di Indonesia. Jadi secara garis besar lebih dari 60%-70% adalah pasar truk 3/4, jadi ini yang kami sasar," kata Iman. 

Dia menuturkan, Goodyear S501 merupakan ban berjenis light truck radial (LTR), yang memiliki ketahanan tinggi serta masa pakai yang lama, dan dibuat secara khusus cocok untuk segala medan jalan di Indonesia. 

"Tantangan besar pada produsen ban tidak hanya menciptakan produk yang mampu memberikan mileage tinggi, namun juga memiliki masa pakai yang lama. Goodyear S501 menjadi jawaban kami untuk menjawab kebutuhan perusahaan, UMKM dan pemilik truk di Indonesia,” sebutnya. 

Pembangunan jalan tol yang ekstensif oleh pemerintah yang direncanakan mencapai 4.817 km pada 2024 juga akan semakin memperluas jaringan transportasi tanah air. Hal itu disebut Iman akan turut memacu peningkatan industri-industri yang berkaitan dengan transportasi, terutama transportasi angkutan darat. 

Editor: Handoyo .