KONTAN.CO.ID - JAKARTA. HappyFresh, platform layanan belanja kebutuhan rumah harian atau bulanan secara online, telah meluncurkan HappyFresh Supermarket untuk memperluas akses terhadap produk kebutuhan harian dengan meningkatkan kehadiran toko virtual mereka secara signifikan di Asia Tenggara. Guillem Segarra, CEO HappyFresh menjelaskan bahwa HappyFresh bertujuan untuk memberikan pengalaman belanja produk kebutuhan harian online yang mudah dan nyaman, dengan produk-produk berkualitas tinggi dan terpilih yang langsung dikirim ke pelanggan secara gratis untuk setiap pesanan. "HappyFresh memahami pentingnya ketersediaan pilihan yang beragam untuk produk kebutuhan harian di beberapa kategori, terutama pada kategori produk segar. Hal tersebut secara alami akan meningkatkan nilai pesanan dan keinginan pembeli untuk berbelanja kembali, sehingga dapat membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, berbeda dengan misi belanja 'isi ulang dan pengiriman instan'," terang Guillem dalam siaran pers, Selasa (8/2).
HappyFresh Luncurkan HappyFresh Supermarket, Penuhi Kebutuhan Konsumen Asia Tenggara
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. HappyFresh, platform layanan belanja kebutuhan rumah harian atau bulanan secara online, telah meluncurkan HappyFresh Supermarket untuk memperluas akses terhadap produk kebutuhan harian dengan meningkatkan kehadiran toko virtual mereka secara signifikan di Asia Tenggara. Guillem Segarra, CEO HappyFresh menjelaskan bahwa HappyFresh bertujuan untuk memberikan pengalaman belanja produk kebutuhan harian online yang mudah dan nyaman, dengan produk-produk berkualitas tinggi dan terpilih yang langsung dikirim ke pelanggan secara gratis untuk setiap pesanan. "HappyFresh memahami pentingnya ketersediaan pilihan yang beragam untuk produk kebutuhan harian di beberapa kategori, terutama pada kategori produk segar. Hal tersebut secara alami akan meningkatkan nilai pesanan dan keinginan pembeli untuk berbelanja kembali, sehingga dapat membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, berbeda dengan misi belanja 'isi ulang dan pengiriman instan'," terang Guillem dalam siaran pers, Selasa (8/2).