Harga CPO melonjak, pendapatan FAP Agri (FAPA) melesat 16% pada semester I 2021



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT FAP Agri Tbk (FAPA) mencatat kenaikan pendapatan 16% pada semester I 2021 menjadi Rp 1,40 triliun. Sebagai perbandingakan pada periode yang sama tahun lalu, FAPA membukukan pendapatan sebesar  Rp 1,20 triliun.

Direktur Utama FAPA,Ricky Tjandra,  mengatakan, jika kenaikan harga CPO menjadi salah satu pendukung peningkatan kinerja pendapatan tersebut.

"Harga tandan buah segar (TBS) pada akhir Juni 2021 meningkat sekitar Rp 220 per kilogram (kg). Ini diikuti dengan kenaikan harga rata-rata CPO sebesar 12,6% dari harga Rp 8.340 per kg di 2020, menjadi Rp 9.543 rupiah per kg  di 2021. Ini yang menyebabkan kenaikan kinerja FAPA," ujarnya, Kamis (4/11).


Ia melanjutkan, selain dua komponen harga tersebut, harga rata-rata palm kernel (PK) juga ikut meningkat sekitar Rp 2.267 per kilo, CPKO menjadi Rp 3.993 rupiah per kilo.

Baca Juga: Perolehan dana dari perusahaan IPO berpotensi kembali pecah rekor tahun ini

Ia melanjutkan, kenaikan harga tersebut juga mengurangi angka kerugian bersih FAPA menjadi Rp157,21 miliar. Ricky mengatakan, peningkatan penjualan mengoreksi kerugian sebanyak 77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kami terus berkomitmen untuk terus menekan rugi dengan melakukan berbagai perbaikan dari segi infrastruktur penunjang seperti jembatan dan jalan yang sebelumnya rusak akibat hujan yang deras," sambungnya.

FAPA menargetkan bisa membukukan laba bersih Rp 21 miliar tahun ini. Sementara untuk target laba bersih tahun 2022, pihaknya tidak menyebutkan angka yang akan dicapai namun memproyeksikan bisa mendapatkan angka lebih tinggi dari tahun 2021.

Ia menyatakan, hal tersebut mampu dicapai dengan peningkatan harga CPO yang cukup tinggi. Pihaknya optimistis bisa menggapai target dengan kondisi tersebut.

Baca Juga: Saham hasil IPO awal tahun 2021 aktif bergerak, ini prospek kedepannya?

Editor: Noverius Laoli