KONTAN.CO.ID - Harga emas diperkirakan berpeluang mencetak rekor baru seiring kembalinya minat beli investor. Menurut para analis, permintaan investasi dan pembelian oleh bank sentral dinilai akan menjadi pendorong utama, sementara koreksi harga dalam dua sesi terakhir justru menarik para pemburu harga murah (bargain hunters). Reuters melaporkan, emas mencatatkan potensi kenaikan harian terbesar sejak 2008 pada Selasa, setelah sebelumnya mengalami aksi jual besar selama dua hari. Aksi jual tersebut dipicu oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump, penguatan dolar AS, serta aksi ambil untung investor. “Kondisi inflasi masih jauh di atas target, tingkat utang terus meningkat, dan investor tetap melihat logam mulia sebagai sarana diversifikasi dari saham, obligasi, dan mata uang fiat,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
Harga Emas: Rekor Baru di Depan Mata? Analis Ungkap Pendorong Utamanya
KONTAN.CO.ID - Harga emas diperkirakan berpeluang mencetak rekor baru seiring kembalinya minat beli investor. Menurut para analis, permintaan investasi dan pembelian oleh bank sentral dinilai akan menjadi pendorong utama, sementara koreksi harga dalam dua sesi terakhir justru menarik para pemburu harga murah (bargain hunters). Reuters melaporkan, emas mencatatkan potensi kenaikan harian terbesar sejak 2008 pada Selasa, setelah sebelumnya mengalami aksi jual besar selama dua hari. Aksi jual tersebut dipicu oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden Donald Trump, penguatan dolar AS, serta aksi ambil untung investor. “Kondisi inflasi masih jauh di atas target, tingkat utang terus meningkat, dan investor tetap melihat logam mulia sebagai sarana diversifikasi dari saham, obligasi, dan mata uang fiat,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.
TAG: