Harga minyak diprediksi naik, produsen plastik menyebut harga bahan baku masih stabil



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak diproyeksikan bakal naik jika Iran Selat Hormuz. Selat tersebut menjadi lalu lintas yang menghubungkan produsen minyak mentah di Timur Tengah dengan pasar utama di seluruh dunia.

Tentu jika skenario ini terjadi, bahan baku pembuatan kemasan dan biji plastik bisa terganggu. Pasalnya, salah satu komponen bahan baku biji plastik dan kemasan plastik berasal dari minyak bumi.

Kabar terakhir di Timur Tengah, Presiden AS Donald Trump sudah menarik diri dari peluang perang dengan Iran. Meskipun sudah ada proyeksi mendidihnya harga minyak dari sejumlah analis dan ekonom, perusahaan biji plastik dan bahan produsen bahan baku plastik masih optimistis lantaran harga minyak masih normal.


Baca Juga: Harga minyak stabil sehari setelah serangan rudal Iran

Meski begitu, PT Trinseo Materials Indonesia, produsen bahan baku plastik mengakui memang ada  kenaikan harga pada sejumlah bahan baku plastik. Namun bahan baku naik bukan dampak dari memanasnya konflik AS dan Iran.

Sales Manager Trinseo Materials Donny Wahyudi menyatakan, saat ini terjadi kenaikan bahan baku yakni minyak dan monomer. Adapun Monomer didapat perusahaan dari Styrindo Mono Indonesia (SMI) anak perusahaan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Donny mengungkapkan naiknya bahan baku sejauh ini masih stabil.

"Cara menanggulangi kenaikan bahan baku dengan menaikkan harga di pabrik resin minggu ini," jelasnya kepada Kontan.co.id, Kamis (9/1).

Meski demikian, naiknya harga bahan baku bukan dipengaruhi memanasnya konflik di Timur Tengah karena sejauh ini perang dan skenario terburuk yang diproyeksikan belum terjadi. Adapun kenaikan  harga sejumlah bahan baku tersebut sudah dimulai tahun ini.

Baca Juga: Setelah puluhan tahun diembargo AS, begini kondisi terkini ekonomi Iran

Editor: Khomarul Hidayat