Harga minyak mentah ditutup melemah setelah stok minyak AS kembali rekor



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak ditutup melemah pada perdagangan Rabu (17/6) karena kekhawatiran permintaan bahan bakar akibat kenaikan kasus virus corona di China dan Amerika Serikat (AS). Di saat yang sama, stok minyak mentah AS kembali naik dan membawa persediaan komersial ke level tertinggi sepanjang masa.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah jenis Brent kontrak pengiriman Agustus 2020 di ICE Futures ditutup melemah 25 sen atau 0,6% ke US$ 40,71 per barel. 

Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Juli 2020 di Nymex turun 42 sen atau 1,1% menjadi US$ 37,96 per barel.


Baca Juga: Permintaan dari AS melorot, ekspor Jepang pada Mei anjlok paling dalam sejak 2009

Sentimen negatif bagi harga minyak datang setelah data pemerintah AS menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah Negeri Pam Sam naik ke rekor tertinggi minggu lalu untuk dua minggu berturut-turut. Tercatat, stok minyak AS ini mencapai lebih dari 539 juta barel. Sebaliknya, stok distilasi turun setelah berminggu-minggu naik signifikan. 

Pelemahan harga sedikit tertahan setelah WHO mengumumkan akan memperbarui pedoman perawatan pasien virus corona setelah hasil uji klinis di Inggris menunjukkan obat steroid dexamethasone berhasil mengurangi tingkat kematian di antara pasien Covid-19 yang parah.

Tetapi tekanan kembali muncul setelah virus corona kembali menyebar di beberapa bagian AS. Perhitungan Reuters memperlihatkan, setidaknya ada enam negara bagian AS yang mengalami kenaikan kasus baru. 

Editor: Anna Suci Perwitasari