Harga minyak terangkat pernyataan WHO yang menentang pembatasan perjalanan ke China



KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (31/1) setelah penurunan tajam minggu ini. Harga minyak terangkat pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menentang pembatasan perjalanan dan perdagangan ke China.

WHO sendiri sudah menyatakan keadaan darurat global terkait penyebaran virus corona yang berasal dari China.

Harga minyak telah turun hampir 4% hingga Kamis pekan ini - mencapai level terendah tiga bulan - sebelum rebound pada Jumat, karena investor dan pedagang khawatir tentang bagaimana penyebaran virus akan berdampak pada permintaan minyak dan produk-produknya.


Baca Juga: Korban berjatuhan, WHO resmi menyatakan darurat global wabah virus corona

"WHO menyatakan darurat kesehatan global tetapi yang lebih penting mengatakan pembatasan perjalanan dan perdagangan tidak diperlukan," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York seperti dikutip Reuters.

Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak 90 sen menjadi US$ 59,19 per barel pada Jumat pagi ini, setelah jatuh 2,5% pada sesi sebelumnya. Minyak Brent masih turun 2,5% untuk minggu ini.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,03 menjadi $ 53,17 per barel.

WHO pada Kamis malam menyatakan bahwa wabah virus corona di China - yang telah menewaskan lebih dari 200 orang di sana dan telah menyebar ke 18 negara - sekarang merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Baca Juga: Termasuk Lion Air, ini daftar maskapai yang membatalkan penerbangan dari dan ke China

Editor: Khomarul Hidayat