Harga nikel dan emas melaju, Aneka Tambang (ANTM) pacu kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga nikel yang masih uptrend membuat emiten yang bergerak di sektor ini cukup optimis mengarungi tahun 2021. PT Aneka Tambang  Tbk (ANTM) salah satunya.

Senior Vice President Corporate Secretary Aneka Tambang, Kunto Hendrapawoko, mengatakan, ANTM terus berupaya meningkatkan capaian produksi dan penjualan komoditas nikel seiring dengan kenaikan harga nikel. Hal ini diharapkan dapat membuat ANTM mencatatkan kinerja yang lebih baik di akhir tahun 2021.

“Kami optimis, kinerja komoditas bisnis nikel ANTAM akan tetap optimal di tahun 2021 melalui evaluasi yang selektif dan cermat,” ujar Kunto kepada Kontan.co.id belum lama ini.


Baca Juga: Turun tipis, produksi batubara Delta Dunia Makmur (DOID) di 2020 capai 45,3 juta ton

Emiten pertambangan pelat merah ini akan mengedepankan skala prioritas dalam penyusunan rencana belanja modal, terutama terkait dengan aktivitas yang mendukung keselamatan kerja serta kesinambungan operasi organik, selain mendukung proyek pengembangan utama serta aktivitas eksplorasi.

Konstituen Indeks Kompas100 ini juga akan terus berfokus pada ekspansi pengolahan mineral bersifat hilir termasuk di komoditas nikel, melakukan perluasan basis cadangan dan sumber daya, menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada, menurunkan biaya tunai (cash cost) dan meningkatkan daya saing biaya, serta peningkatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan pendapatan.

Sebagai gambaran, pada kuartal keempat 2020, ANTM mencatatkan kinerja segmen nikel yang solid. Melansir rilis resminya, Sepanjang kuartal keempat 2020, ANTM mencatatkan produksi feronikel (unaudited) sebesar 6.837 nikel dalam feronikel (TNi) atau tumbuh sebesar 7% dibandingkan produksi pada periode kuartal sebelumnya, sebesar 6.371 TNi.

Untuk kinerja penjualan feronikel unaudited pada kuartal keempat mencapai 6.639 TNi, tumbuh sebesar 2% dibandingkan dengan capaian kuartal III-2020.

Baca Juga: Jasa Armada Indonesia (IPCM) anggarkan Rp 95,4 miliar untuk membeli armada baru

Secara akumulasi,  realisasi produksi dan penjualan feronikel (unaudited) Aneka Tambang sepanjang tahun 2020 masing-masing tercatat sebesar 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

Sementara untuk produksi bijih nikel,ANTM memproduksi bijih nikel (unaudited) yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan kepada pelanggan domestik mencapai 1,90 juta wet metric ton (wmt). Realisasi ini tumbuh 28% dibandingkan capaian produksi bijih nikel pada periode kuartal ketiga sebesar 1,49 juta wmt.

Adapun penjualan (unaudited) bijih nikel pada kuartal keempat tercatat sebesar 2,09 juta wmt, tumbuh 100,96% dari realisasi penjualan pada kuartal  ketiga sebesar 1,04 juta wmt.

Editor: Tendi Mahadi