Hasnur Group berencana bangun pengolahan kayu dengan Investasi Rp 500 miliar



KONTAN.CO.ID - BANJARMASIN. Hasnur Group akan terus melanjutkan pengembangan bisnis di sektor kehutanan. Lewat PT Barito Putera dan PT Hasnur Jaya Utama, group ini mendapatkan izin usaha pemanfaatan hasil alam seluas 80.725 hektare (ha).

Hasnur Group telah mengikuti standard verifikasi legalitas kayu (SVLK) sehingga memiliki sertifikat legalitas kayu. Selama ini, perusahaan masih melakukan penjualan kayu secara gelondongan sehingga konstribusi pendapatan dari bisnis ini belum terlalu besar terhadap grup. Tahun lalu, penjualan PT Barito Putera dan PT Hasnur Jaya Utama hanya 30.000 meter kubik (m³).

Oleh karena itu, Hasnur Group berencana untuk membangun pabrik pengolahan kayu dengan kapasitas 60.000 m³ per tahun. Pembangunan pabrik ini diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 500 miliar.


Syamsul Bachri Djadi, juru bicara Hasnur Group mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan kayu tersebut memang mahal dan membutuhkan waktu lama untuk proses konstruksi karema akan dibangun di tengah hutan.

"Pabrik ini akan dibangun di dalam hutan agar kualitas olahan kayu yang dihasilkan tetap terjaga. Kontruksinya akan butuh waktu sekitar 2-3 tahun. Ini. mulai tahun ini atau tahun depan." kata Syamsul di Banjarmasin, Senin (27/8).

Setelah pabrik itu beroperasi, Hasnur Group tidak akan lagi menjual kayu secara gelondongan. Syamsul bilang, margin keuntungan dengan menjual kayu olahan akan jauh lebih besar daripada kayu gelondongan.

Editor: Handoyo .