Hingga Februari 2021, PTPP raih kontrak baru senilai Rp 1,077 triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP (Persero) Tbk (PTPP) optimistis dalam membidik kontrak baru di tahun ini. Insentif di sektor properti yang dikucurkan pemerintah pun dinilai menjadi katalitas positif dalam upaya menumbuhkan pendapatan usaha dan laba.

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa menyampaikan, pada tahun ini pihaknya menargetkan kontrak baru sebesar Rp 30 triliun. Angka itu tumbuh 35% dibandingkan realisasi kontrak baru PTPP pada tahun 2020 yang besar Rp 22 triliun.

Hingga bulan Februari 2021, PTPP telah meraih kontrak baru sebesar Rp 1,077 triliun. "Perolehan kontrak baru tersebut dikontribusi oleh kontrak pembangunan gedung, infrastruktur, dan anak perusahaan," jelas Yuyus saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (8/3).


Baca Juga: Arwana Citramulia (ARNA) bakal tambah kapasitas produksi keramik high end

Terbaru, PTPP pun telah menandatangani kontrak perjanjian kerjasama dalam pembangunan Paket I Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project (MUTIP) di Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (2/3) pekan lalu. Dalam proyek pembangunan infrastruktur kawasan senilai Rp 940 miliar tersebut, PTPP menjadi lead consortium, dengan porsi pekerjaan 40%.

Yuyus menjelaskan, pekerjaan PTPP itu setara dengan nilai Rp 341 miliar, dengan lingkup  pekerjaan proyek akan dilakukan secara terpisah (split) diantara perusahaan konsorsium. PTPP akan memulai pekerjaan sesuai jadwal, yakni bulan April 2021. Pekerjaan direncanakan selama 24 bulan, atau ditargetkan rampung pada Kuartal II-2023.

Sejalan dengan kenaikan target kontrak baru, pada tahun ini PTPP membidik pertumbuhan pendapatan usaha (revenue) sebesar 35%. Sedangkan laba bersih (net profit) PTPP tahun ini ditarget bisa tumbuh hingga 235% dibandingkan realisasi tahun lalu.

Mengutip catatan Kontan.co.id, pada tahun 2020 lalu PTPP membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp 22,26 triliun. Pencapaian kontrak baru ini diperoleh dari konstruksi proyek gedung senilai 26%, konstruksi proyek infrastruktur 27%, konstruksi proyek EPC 32% dan dari anak perusahaan 15%.

Baca Juga: Ramayana Lestari Sentosa (RALS) berencana buyback, simak tanggapan analis

Emiten konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan sebesar Rp 10,02 triliun hingga kuartal III-2020. Sedangkan perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada periode tersebut sebesar Rp 26,37 miliar.

Target PTPP tahun ini disokong dengan anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 6,2 triliun. Alokasi capex itu akan digunakan untuk melanjutkan proyek-proyek investasi yang sudah berjalan, beberapa rencana investasi baru, serta kebutuhan pemeliharaan asset tetap.

"Sampai dengan Januari 2021, capex perusahaan telah terserap sebesar Rp 84 miliar," ujar Yuyus.

Editor: Tendi Mahadi