Holding Pertambangan jalin kerja sama transaksi valas dan eksim dengan Himbara



KONTAN.CO.ID - TIMIKA. Holding Industri Pertambangan yang beranggotakan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Freeport Indonesia (PTFI), menandatangani kesepakatan kerja sama dalam sektor keuangan dengan Bank Mandiri, BNI dan BRI.

Penandatanganan kesepakatan kerja sama ini merupakan salah satu wujud rangkaian komitmen sinergi BUMN untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia secara global.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Hotel Rimba Papua, Timika, Papua, bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno ke wilayah kerja PTFI di Timika, Papua.


Baca Juga: Inalum Siap Tampung 20% Saham Divestasi INCO

Kerja sama antara Holding Pertambangan dengan ketiga bank tersebut menyepakati dua hal, yakni kerja sama transaksi valuta asing (valas) dan dukungan fasilitas ekspor dan impor untuk perusahaan di bawah Holding Pertambangan.

Terkait dengan kerja sama valas, seluruh anggota holding akan memperoleh kemudahan dalam transaksi jual dan beli valas dengan ketiga bank BUMN tersebut.

"Kerjasama ini merupakan komitmen dan serangkaian strategi untuk membangun BUMN yang kuat, efisien, dan kompetitif di pasar global. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor," ujar Rini M Soemarno, Menteri BUMN di Timika, Minggu (28/7)

Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Inalum mengatakan kerja sama ini adalah salah satu program sinergi dalam penyaluran valas dari anggota Holding Pertambangan yang memiliki kelebihan likuiditas valas kepada anggota lainnya yang membutuhkan dengan difasilitasi oleh ketiga bank tersebut. Selain itu diharapkan dengan adanya kerja sama ini dapat turut serta membantu stabilitas nilai tukar.

Baca Juga: Inalum dan ESDM serius untuk mengolah mineral tanah jarang

Asal tahu saja, Holding Pertambangan adalah BUMN dengan nilai ekspor terbesar tahun lalu. Holding ini mengekspor aluminium, bauksit, nikel, ferronikel, emas, batubara dan timah senilai lebih dari US$2.5 miliar atau setara Rp 35 triliun.

Jumlah tersebut tanpa menghitung kontribusi PT Freeport Indonesia yang saat ini 51% sahamnya telah dimiliki negara.

Editor: Yudho Winarto