IHSG masih dalam tren bearish, seperti apa rekomendasi analis?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona yang sudah menyebar di Indonesia dan anjloknya harga minyak dunia menjadi sentimen pemberat dunia investasi Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Perpaduan kedua sentimen tersebut telah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) fluktuasi. Pada Senin (9/3), IHSG anjlok hingga 6,58% ke level 5.136,809 alias menjadi level terendah IHSG sejak Desember 2016. Namun hari ini, Selasa (10/3), IHSG kembali berada di zona hijau dengan menguat 1,64% ke level 5220.826.

Baca Juga: Buyback saham bisa jadi risiko tambahan bagi emiten kalau harganya turun lagi


Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian dan fluktuatif, lantas investasi apa yang bisa menjadi pilihan para investor?

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba mengatakan, pola yang terjadi di pasar saat ini adalah terjadinya shifting. Artinya, para investor berganti dari instrumen investasi yang berisiko ke instrumen yang lebih aman dan stabil.

Baca Juga: Mengintip kondisi keuangan empat bank BUMN yang buyback saham

“Saya melihat investor cenderung banyak switching sih daripada rush. Apalagi suku bunga kan masih bisa turun lagi, jadi reksadana yang berbasis ke suku bunga bisa menjadi produk reksadana yang menarik untuk saat ini,” kata Marsangap kepada Kontan.co.id, Selasa (10/3).

Editor: Noverius Laoli