IHSG melesat 2,10%, asing justru banyak melego saham-saham ini, Senin (4/1)



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,10% atau bertambah 125,82 poin ke level 6.104,89 pada penutupan perdagangan Senin (4/1).

IHSG dibuka di 5.997,83 dan sempat merosot ke level terendah 5.929,04 kemudian berbalik arah dan menyentuh level tertinggi 6.104,89.

Mengutip data RTI, semua sektor menghijau. Antara lain, sektor tambang menguat paling tinggi 3,95%, disusul sektor perkebunan 3,90%, lalu sektor infrastruktur melesat 3,63%, sektor aneka industri tumbuh 2,56%, sektor keuangan naik 2% dan sektor perdagangan naik 1,87%.


Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 22,29 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,52 triliun. Sebanyak 299 saham menguat dan 188 saham turun serta 143 saham stagnan.

Baca Juga: IHSG menguat 2,10% ke 6.104 pada perdagangan Senin (4/1), asing beli BBCA, TLKM, BBNI

investor asing membukukan net buy atau jual bersih di awal tahun 2021 sebesar Rp 354,12 miliar di seluruh pasar. Sementara di pasar reguler asing membukukan net buy  Rp 391,99 miliar. Kendati demikian, sejumlah saham ini juga dilego asing.

Asing paling banyak melepas saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 25,8 miliar. Kendati dilego asing, tapi saham MDKA justru melesat 6,58% ke level Rp 2.590 per saham. Total volume perdagangan saham MDKA mencapai 90,9 juta dengan nilai transaksi Rp 231,8 miliar.

Asing juga menjual saham PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 16,2 miliar. Saham UNTR ditutup menguat tipis 0,19% ke RP 26.650 per saham. Total volume perdagangan saham UNTR mencapai 3,5 juta dengan nilai transaksi Rp 95,0 miliar.

Asing juga melego saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp 10,8 miliar. Saham CPIN merosot 0,77% ke level Rp 6.475 per saham. Volume perdagangan saham CPIN mencapai 5,6 juta dengan total nilai transaksi Rp 36,3 miliar.

Baca Juga: IHSG diprediksi menguat, simak saham pilihan Sinarmas Sekuritas untuk tahun 2021

Berikut 10 saham net sell atau jual bersih terbesar asing pada perdagangan Senin:

Editor: Noverius Laoli