IHSG terkoreksi 0,50% menutup pekan ini



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah mengikuti sebagian besar wajah bursa regional, Jumat (17/2). Mengutip data RTI, indeks ditutup terkoreksi 0,50% atau 27,066 poin ke level 5.3250,932.

Tercatat 194 saham bergerak turun, 125 saham bergerak naik, 108 saham stagnan. Volume perdagangan akhir pekan ini 20,99 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,36 triliun.

Sembilan dari 10 indeks sektoral menyeret IHSG ke zona negatif. Sektor aneka industri paling dalam penurunannya 2,08%. Sementara, hanya sektor pertambangan yang bergerak positif 0,46%.


Aksi jual asing turut membebani pergerakan IHSG. Di pasar reguler, net sell asing Rp 553,963 miliar dan Rp 727,713 miliar keseluruhan perdagangan.

Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun 3,55% ke Rp 14.275, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) turun 2,81% ke Rp 1.555, dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) turun 2,59% ke Rp 565.

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik 3,83% ke Rp 2.170, PT Hanson International Tbk (MYRX) naik 2,36% ke Rp 130, dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) naik 2,17% ke Rp 282. 

Di tengah sentimen global yang penuh ketidakpasatian, seperti pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang tidak memberikan indikasi waktu kenaikan suku bunganya menahan laju bursa saham di kawasan Asia, termasuk IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere dikutip dari Antara.

Editor: Yudho Winarto