Imbal unitlink campuran dan saham ambles akibat pandemi corona (Covid-19)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian pandemi telah menggoyang pasar saham. Akibatnya, kinerja investasi unitlink berguguran dari awal tahun hingga September 2020.

Secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink campuran - 8,56% dan unitlink saham hingga -18,94%. Sementara imbal hasil unitlink pendapatan tetap positif di angka 3,21%.  

Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo menjelaskan, kinerja unitlink campuran dan saham tertekan karena terpengaruh kondisi pasar saham yang sempat anjlok sampai -22,69% secara ytd. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bereaksi terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II di DKI Jakarta. 


Baca Juga: Bank cilik mempercepat aksi penambahan modal

"Kinerja September itu efek dari  PSBB. Jadi kekhawatiran pasar atas kebijakan itu, sehingga tumbuh negatif cukup dalam. Maka wajar saja saham minus, karena belum ada kejelasan kapan Covid-19 berakhir dan kondisi ekonomi masih menunggu terus," kata Praska, Rabu (7/10). 

Meski demikian, return unitlink periode tersebut justru membaik di bandingkan Maret lalu ketika awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Pada waktu itu, IHSG jatuh cukup dalam hingga di level 4.000-an.

Dengan realisasi September, ia yakin kinerja unitlink semakin membaik sampai akhir tahun. Sebab, muncul harapan setelah ditemukannya vaksin Covid-19 sehingga indeks saham mulai bergerak positif. Kemudian adanya stimulus moneter dari pemerintah sehingga pasar masih wait and see.  

"Kami perkirakan unitlink saham sampai akhir tahun masih minus 15% - 20%. Sedangkan return unitlink campuran di angka 0% - 5% dan unitlink pendapatan tetap tumbuh 6%-7% di sepanjang tahun ini," jelasnya. 

Baca Juga: Perluas distribusi produk asuransi kendaraan, Adira Insurance gandeng Lifepal.co.id

Kendati kinerja masih tertekan, tapi sejumlah unitlink masih catatkan return tinggi. Menurut Praska, kinerja cemerlang sejumlah unitlink karena strategi perusahaan dalam melakukan diversifikasi portofolio investasi saham maupun obligasi ketika pasar sedang jatuh. 

Editor: Handoyo .