Indeks Kompas100 dan IDXV 30 terimbas sektor perbankan dan konsumer yang loyo



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa Indeks konsituen BEI tercatat masih  loyo. Seolah kompak, indeks KOMPAS 100, Index Value 30, LQ 45 dan IHSG terbakar dan belum mencatatkan return.

Berdasarkan ringkasan data statistik perdagangan harian BEI, Indeks KOMPAS 100 secara year to date masih minus 3,97%. Begitu pula dengan Index Value 30 yang juga secara year to date belum menunjukkan profit. 

IDX V hingga Kamis (3/10) tercatat masih minus 10,63%. Sementara indeks-indeks yang relatif besar tercatat masih minus, indeks kecil seperti Pefindo dan SMC Liquid justru mencatatkan surplus. 


Indeks Pefindo 25 secara year to date tercatat sudah surplus 5,37% dan SMC Liquid tercatat sudah mencatat return 2,47%.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menjelaskan penyebab indeks besar cenderung masih belum profit sejalan dengan pelemahan IHSG yang secara ytd hingga perdagangan Kamis (3/10) masih minus 2,25%. Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh pelemahan mayoritas bursa regional Asia, Eropa maupun AS.

Baca Juga: Investor Asing Cemas Prospek Emiten Perbankan, IHSG Hari Ini Melemah Ke 6.038,52

“Pelemahan ini terjadi seiring dengan pelemahan mayoritas bursa regional Asia, Eropa dan indeks futures AS akibat rilis data PMI AS yang tidak sesuai ekspektasi, maka hal ini menimbulkan kekhawatiran investor terhadap resesi yang akan datang.” Jelas Catherina Kamis (3/10).

Menurut Analis Jasa Capital Utama Chris Apriliony, hal ini dikarenakan indeks-indeks besar dan IHSG lebih berpengaruh pada perusahaan-perusahaan yang punya pengaruh lebih besar. Sementara perusahaan-perusahaan kecil lebih dipengaruhi oleh pergerakan individu perusahaannya.

“IHSG naik turun itu bobot setiap perusahaan tidak sama. Ada urutannya bergantung pada market capital. Semakin besar market capital pengaruhnya semakin banyak. Jadi jika BCA TLKM HMSP UNVR ASII turun 1% ya kira-kira IHSG bisa turun 1% juga walaupun perusahaan-perusahaan kecil banyak yang naik,” Tutur Chris.

Pergerakan indeks ini juga dipengaruhi oleh transaksi dana asing yang belakangan banyak keluar dari bursa Indonesia. Pasalnya pasar asing biasanya menyimpan portofolio di perusahaan-perusahaan yang memiliki market cap yang besar. Perusahaan-perusahaan yang memiliki market cap yang besar, biasanya merupakan perusahaan-perusahaan yang dapat dikategorikan sebagai perusahaan besar. 

Gelombang keluarnya asing dari bursa otomatis akan mempengaruhi kinerja dan pergerakan saham perusahaan-perusahaan ini.

Adapun sentimen yang menggerakkan indeks-indeks ini menurut Chris kembali pada sektoral masing-masing emiten yang terdapat di dalam indeks tersebut. 

Catherina menilai masih merosotnya kinerja Indeks KOMPAS 100 dan Indeks Value 30 dipengaruhi oleh lesunya sektor perbankan dan konsumer.

“Kontributor terbesar di indeks KOMPAS100 dan IDXV30 berasal dari sektor perbankan dan consumer, dimana sektor perbankan telah turun 3,91% mom dan konsumer yang turun 8,99% mom. 

Editor: Herlina Kartika Dewi