Indo Premier sarankan netral saham emiten ritel karena masih sepi pengunjung



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua mal di seluruh Indonesia telah dibuka kembali. Namun, lalu lintas masih rendah terutama di kota-kota tingkat pertama seperti Jakarta dan Surabaya. Jumlah kunjungan ke mal hanya sekitar 30% dari normal sementara pemerintah membatasi 50%. 

Di kota kedua seperti Balikpapan dan kota ketiga seperti Cirebon justru lebih baik yakni lalu lintas mencapai 50%-60%. Tidak ada kegembiraan besar selama pembukaan kembali dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand.

Baca Juga: Buka gerai ke-10 di tahun ini, Ace Hardware (ACES) kini punya 205 gerai


Kevie Aditya dan Elbert Setiadharma Analis Indo Premier Sekuritas dalam riset 8 Juli 2020 menjelaskan, kasus Covid-19 yang terus-menerus tinggi karena segmen menengah ke atas tidak cukup percaya diri mengunjungi mal walaupun memiliki daya beli yang lebih baik. Sementara daya beli segmen menengah ke bawah terpukul parah karena banyak yang mengalami pemotongan gaji yang signifikan. 

Tapi patut dicatat, tempat perbelanjaan non mal seperti pasar tradisional dan penjaja jalanan lebih ramai daripada mal. 

Tempat perbelanjaan yang sudah mulai ramai pengunjung adalah perusahaan-perusahaan makanan dan minuman dan toko-toko mode cepat selektif dengan merek-merek terkenal melakukan penjualan pertengahan tahun seperti Zara. 

Selain itu, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) melihat pergeseran ke belanja online karena Covid-19 menjadi hal yang positif. Ini karena peritel offline yang ada memiliki infrastruktur online yang lebih baik, serta ekuitas merek cukup bersaing dengan peritel online lainnya. 

Baca Juga: Pendapatan naik tipis, analis masih sarankan buy saham Mitra Adiperkasa (MAPI)

Meskipun demikian, peritel telah melihat pembelian online mulai dalam tren turun dari puncaknya pada bulan April-Mei karena beberapa pelanggan beralih ke belanja offline ketika mal mulai dibuka kembali.

Editor: Avanty Nurdiana