Indonesia Masuk dalam Jajaran 10 Negara Terkaya Asia, Kalahkan Arab Saudi & Iran



NEGARA TERKAYA ASIA - Pada artikel ini, kita membahas 10 negara terkaya di Asia. 

Menurut OECD, negara-negara berkembang Asia (emerging Asia) telah menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Perekonomian di kawasan ini, termasuk negara-negara ASEAN-10, China, dan India, telah secara efektif mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19, agresi Rusia terhadap Ukraina, dan perlambatan ekonomi global. 

Hal ini sebagian disebabkan oleh kebijakan moneter dan ekonomi makro yang terkait, kinerja ekspor yang kuat, dan permintaan domestik yang kuat di negara-negara tertentu. 


Tingkat pertumbuhan PDB rata-rata negara-negara Emerging Asia diproyeksikan meningkat menjadi 5,3% pada tahun 2023 dan 5,4% pada tahun 2024. Sedangkan untuk ASEAN, pertumbuhan PDB riil rata-rata diperkirakan mencapai 4,6% pada tahun 2023 dan 4,8% pada tahun 2024. Angka ini sedikit lebih lemah dibandingkan 2022, tetapi masih menunjukkan ketahanan berdasarkan kerangka proyeksi OECD Development Centre.

Mengutip Insider Monkey, kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami peningkatan pertumbuhan, sebagaimana dinyatakan oleh International Monetary Fund. 

Pendorong utama di balik pertumbuhan ini diproyeksikan adalah pemulihan China dari dampak ekonomi pandemi dan pertumbuhan "tangguh" yang terlihat di India. 

Prospek positif untuk kawasan Asia-Pasifik ini terjadi pada saat seluruh dunia mengantisipasi pertumbuhan yang lebih lambat karena kebijakan moneter yang diperketat dan konflik yang terus berlangsung akibat invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Low Tuck Kwong Bukan Lagi Jadi Orang Paling Tajir di Indonesia, Lantas Siapa?

Metodologi yang digunakan

Untuk menentukan negara terkaya di Asia, Insider Monkey menganalisis data dari Buku Data Kekayaan Global Credit Suisse 2022. Basis data ini menghitung kekayaan (per 2021) berdasarkan nilai aset keuangan dan non-keuangan sambil mengurangkan utang. 

Perlu disebutkan bahwa peringkat kekayaan itu kompleks dan beragam, dan tidak ada metodologi tunggal yang dapat dengan sempurna menangkap semua aspek kekayaan suatu negara. 

Oleh karena itu, penting untuk menafsirkan peringkat dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai sumber dan indikator untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang kekuatan ekonomi suatu negara. 

Metodologi yang digunakan dalam hal ini hanya mengandalkan aset finansial dan non-finansial sambil mengurangi hutang. Itu tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kekayaan keseluruhan suatu negara, seperti sumber daya alam, infrastruktur, modal manusia, atau potensi ekonomi negara tersebut. 

Faktor-faktor ini dapat secara signifikan memengaruhi kekuatan ekonomi suatu negara dan mungkin tidak cukup tercakup dalam perhitungan kekayaan.

Baca Juga: Pertumbuhan Orang Kaya di Asia Paling Tinggi di Dunia, Indonesia Masuk Urutan Teratas

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie