Inggris kerahkan kapal induk baru ke Pasifik gabung AS dan Jepang lawan China



KONTAN.CO.ID - Laut China Selatan kian memanas setelah Inggris memutuskan mengirim Kapal Induk baru HMS Queen Elizabeth untuk bergabung dengan kekuatan tempur Amerika Serikat (AS) dan Jepang di Indo-Pasifik untuk menantang dominasi China di kawasan ini.

HMS Queen Elizabeth, merupakan kapal induk terbaru Inggris berbobot 65.000 ton. Kapal induk ini merupakan kapal perang terbesar yang pernah dibangun Inggris bersama HMS Prince of Wales untuk kebutuhan angkatan laut kerajaan.

Kapal Induk HMS Prince of Wales juga diharapkan bisa ikut memperkuat angkatan laut Inggris pada 2023.


Baca Juga: Popularitasnya terus merosot, ini serangan baru Trump terhadap Biden

Mengutip The Australian, kapal induk Queen Elizabeth  dan Princi of Wales masing-masing bernilai 3,1 miliar pound ini atau setara US$ 5,6 juta. Kapal Induk Queen Elizabeth diperkirakan akan mengunjungi Timur Jauh, melakukan latihan militer dengan sekutu mereka termasuk AS dan Jepang.

Kapal induk ini memiliki awak sekitar 700 personel. Namun jumlah itu bisa bertambah hingga 1.600 personel ketika jet tempur dan helikopter dimuat di atas kapal induk ini.

Kapal induk Queen Elizabeth ini akan dikawal dua kapal perusak tipe 45, dua kapal fregat tipe 23, dua kapal tanker, dan beberap helikopter. Kapal induk ini akan menyelesaikan latihan bersama sekutu pada musim gugur ini tahun depan.

Baca Juga: China dan Filipina meredakan ketegangan hubungan terkait Laut China Selatan

Saat memulai perjalanannya, Queen Elizabeth  akan mengangkut dua skuadron jet tempur siluman F-35B Lighting II, satu dari Amerika Serikat dan satu dari Inggris.

Australia dan Kanada juga dilaporkan akan turut bergabung dalam latihan tersebut.

Editor: Noverius Laoli