Inggris memperingatkan lockdown akibat covid-19 bisa bertahan hingga 6 bulan



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penguncian atau lockdown di Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa untuk menghentikan penyebaran wabah virus corona atau covid-19 bisa berlangsung hingga enam bulan.

Hal itu dikatakan pejabat pemerintahan AS pada hari Minggu.  Apalagi pemerintah AS dan negara-negara Eropa lainnya juga mengumumkan lockdown berkepanjangan terhadap kehidupan publik sangat mungkin dilakukan.

Baca Juga: WHO pertimbangkan pencegahan covid-19 melalui udara untuk staf medis


Wakil Kepala Petugas Medis Inggris mengatakan, lockdown bisa berlangsung lama, dalam beberapa bentuk, selama berbulan-bulan.

"Seiring waktu, mungkin selama enam bulan ke depan, kami akan memiliki ulasan tiga minggu," kata Jenny Harries, "Kita akan melihat ke mana kita akan pergi," sambungnya seperti dilansir CNBC, Senin (30/3).

Ia melanjutkan, pihaknya bisa saja mempertahankan kondisi tertutup ini dan kemudian secara perlahan dapat dengan mudah menyesuaikan beberapa langkah sosial sehingga secara bertahap kehidupan bisa kembali normal.

"Jadi saya pikir tiga minggu untuk ditinjau, dua atau tiga bulan untuk melihat apakah kami benar-benar terjepit. Tetapi sekitar tiga sampai enam bulan idealnya, dan banyak ketidakpastian dalam hal itu, tetapi kemudian untuk melihat pada titik mana kita benar-benar dapat kembali normal.,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi sebut Indonesia masih butuh 3 juta alat pelindung diri bagi tenaga medis

Harries mengatakan bahwa jika langkah-langkah itu diperpanjang maka itu tidak berarti bahwa Inggris akan "dikunci sepenuhnya selama enam bulan," tetapi kebijakan itu masuk akal untuk pembatasan diperpanjang melampaui batas enam bulan.

Inggris memasuki minggu kedua dari penguncian nasional, sementara negara-negara Eropa lainnya telah mengalami pembatasan yang lebih lama di tengah meningkatnya jumlah kematian.

Editor: Noverius Laoli