Ini 11 makanan yang harus dihindari jika mengalami heartburn



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernahkah Anda merasakan sensasi perih dan terbakar di bagian dada? Jika iya, artinya Anda mengalami heartburn. Heartburn adalah kondisi umum yang sebagian besar terjadi pada orang dewasa.

Gejala heartburn kebanyakan diakibatkan oleh kebiasaan makan yang keliru. Kondisi ini menyebabkan asam lambung naik ke bagian kerongkongan. Akibatnya, muncul rasa terbakar di perut bagian atas atau dada bagian bawah, dan bisa memburuk saat seseorang berbaring atau menunduk.

Refluks asam kronis dan heartburn bisa menjadi gejala penyakit yang lebih serius, yaitu gastroesophageal reflux (GERD). Apabila mengalami heartburn, sebaiknya kita menghindari beberapa jenis makanan agar kondisinya tidak bertambah parah. Antara lain:


1. Kafein

Kafein di dalam kopi, teh, dan minuman bersoda memberikan efek samping lain di luar dorongan energi bagi beberapa orang. Menurut Gale Pearson, RD, ahli diet terdaftar di Tidewater Physicians di Newport News, Virginia, AS, stimulan seperti kafein dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah.

Akibatnya, kerongkongan bagian bawah tidak tertutup sebagaimana mestinya. "Ini menyebabkan isi perut kembali ke kerongkongan dan aliran balik asam dari perut menyebabkan heartburn," kata Pearson.

Baca Juga: 7 Obat asam lambung herbal yang bahannya mudah Anda dapatkan

2. Cokelat

Sejumlah besar serotonin atau neurotransmitter "perasaan baik" terletak di bagian usus. Jika kita mengonsumsi cokelat, maka akan terjadi pelepasan neurotransmitter tersebut dari sel-sel usus dan menyebabkan kerongkongan bagian bawah rileks.

Menurut studi tahun 2014 yang dimuat ke dalam jurnal Experimental and Therapeutic Medicine, sfingter kerongkongan bagian bawah yang rileks memungkinkan lambung mengalirkan asam kembali ke kerongkongan, dan memicu heartburn.

3. Makanan pedas

Orang yang rentan mengalami heartburn sebaiknya menghindari makanan pedas. Apabila kita sulit membatasinya, cobalah banyak bergerak setidaknya selama dua jam setelah mengonsumsi makanan pedas, agar makanan tidak kembali naik ke kerongkongan.

Sederhananya, jangan tiduran sekitar dua hingga jam setelah makan. 

Baca Juga: ​10 Manfaat pisang untuk ibu hamil: Turunkan risiko cacat lahir dan redakan sembelit

4. Makanan asin

Makanan asin atau garam dapur dapat meningkatkan kemungkinan naiknya asam lambung, menurut studi di tahun 2013 yang dimuat ke dalam jurnal Gastroenterology Research and Practice. Para peneliti mengamati 268 orang yang baru didiagnosis menderita penyakit refluks gastroesofagus (GERD), dan 269 orang tanpa GERD.

Peneliti mencari makanan yang berkontribusi meningkatkan risiko GERD. Dari situ ditemukan bahwa tingginya asupan daging, minyak, garam dan kalsium dikaitkan dengan risiko GERD yang lebih tinggi.

5. Lemon dan jeruk

Buah sitrus seperti jeruk dan lemon mengandung banyak asam sitrat. Umumnya, lapisan lambung dapat menahan asam, namun esofagus bisa menjadi sensitif. Jika bukaan kerongkongan di bagian atas perut mengendur, asam sitrat di perut dapat mengarah ke kerongkongan dan menyebabkan refluks asam dan heartburn.

Baca Juga: Jaga kesehatan pencernaan dengan buah untuk asam lambung ini

Editor: Wahyu T.Rahmawati