Ini alasan Indonesia bercermin dari India untuk mencegah lonjakan infeksi Covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah negara menghambat hingga menutup lalu lintas dari dan ke India. Alasan yang mendasari keputusan berbagai negara tersebut adalah tingginya lonjakan kasus infeksi virus corona yang terjadi di India baru-baru ini.

Setelah melakukan kebijakan yang ketat di awal pandemi, seperti menutup rute penerbangan internasional pada Maret 2020, Pemerintah India mulai melonggarkan aturan pembatasan di awal Maret tahun ini.

Pelonggaran itu berujung ke munculnya gelombang kedua infeksi virus corona yang dashyat. Setahun setelah menutup rute penerbangan internasional, India membukukan jumlah infeksi kasus baru sebanyak 50.000 per hari. 


Baca Juga: Pengajuan visa bagi pelaku perjalanan dari India dihentikan sejak 22 April

Rekor penambahan kasus baru di India terus menerus terpecahkan selama April ini, terutama di akhir pekan ini. Mengutip BBC, sejak 15 April lalu, jumlah kasus infeksi baru harian di India berada di kisaran 200.000. Angka itu jauh di atas rata-rata kasus baru harian di negeri tersebut pada tahun lalu yaitu, 93.000.

Jumlah kasus baru infeksi virus corona di India mencapai puncaknya pada pekan ini. Pada Kamis (22/4), India menggusur Amerika Serikat sebagai negara yang mencatat kasus baru harian terbanyak. 

Pada hari itu, Kementerian Kesehatan India melaporkan kasus baru infeksi virus corona mencapai lebih dari 310.000. Angka itu jauh lebih tinggi daripada rekor sebelumnya, yang dicatat AS pada 8 Januari silam, yaitu 300.699 kasus.

Baca Juga: Menkes sebut dari 127 WN India masuk ke Indonesia, 12 orang positif Covid-19

Mengutip situs worldometers, per tanggal 23 April total kasus infeksi virus corona di India mencapai 16,26 juta lebih. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,64 juta orang yang terinfeksi mampu pulih. Namun, ada 186.928 jiwa yang melayang karena infeksi virus corona di India.

Jumlah kasus infeksi harian yang tinggi, plus kehadiran B.1.617, varian virus corona yang terdeteksi di India pertama kali pada Oktober tahun lalu, menjadi alasan banyak negara untuk menghambat, bahkan menutup lalu lintas dari dan ke India.

Mengutip situs CNN, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi termasuk merupakan negara-negara yang membatasi, hingga melarang lalu lintas orang dari dan ke India. 

Editor: Thomas Hadiwinata