Ini cara bedakan radang tenggorokan biasa dengan gejala corona



KONTAN.CO.ID - Jakarta. Di tengah pandemi virus corona yang masih menginfeksi, sedikit sakit batuk atau flu atau gatal pada tenggorokan menimbulkan kekhawatiran baru. Pasalnya, sakit batuk, flu, radang tenggorakan juga merupakan gejala serangan virus corona.

Radang tenggorokan adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami demam, tenggorokan gatal, dan tak nyaman untuk menelan. Di tengah pandemi corona, orang yang sakit radang tenggorokan kerap dibuat was-was. Pasalnya, salah satu gejala ringan infeksi virus corona adalah sakit tenggorokan.

Baca juga: Sebelum suksek, penamaan mobil Avanza sempat timbulkan polemik


Melansir Good Housekeeping, Covid-19 adalah penyakit yang virusnya bisa menyasar saluran pernapasan. Saat terinfeksi, penderita bisa mengalami kondisi ada penumpukan lendir di belakang hidung dan tenggorokan. Kondisi tersebut menyebabkan lendir menetes ke bawah dari belakang hidung, sehingga mengiritasi tenggorokan dan memicu peradangan.

Seberapa umum radang tenggorokan pada Covid-19?

Terdapat beberapa studi terkait radang tenggorokan dan Covid-19. Melansir Health, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari menganalisis 55.924 kasus positif Covid-19 di China.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,9 persen pasien mengalami radang tenggorokan. Gejala ini lebih jarang dilaporkan ketimbang beberapa gejala lainnya seperti demam dan batuk kering yang dilaporkan lebih dari 60 persen pasien.  

Seperti dilansir Harvard Health Publishing, gejala umum Covid-19 yang disebabkan virus corona adalah demam, badan terasa sakit, batuk kering, kelelahan, meriang, tak nafsu makan, dan tak peka bau.

Baca juga: Inilah syarat dan panduan nikah pada kondisi new normal

Covid-19 juga bisa menyebabkan gejala parah seperti demam tinggi, batuk parah, sesak napas, dan mengarah pada pneumonia. Penderita Covid-19 juga bisa mengalami gejala neurologis seperti tak peka rasa dan bau, lemah otot, kesemutan, mati rasa, pusing, kejang, sampai stroke.

Selain itu, ada juga pasien yang menunjukkan gejala gastrointestinal seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Editor: Adi Wikanto