Ini Daftar 6 Jenis Vaksin Booster Covid-19 yang Digunakan di Indonesia



KONTAN.CO.ID - Pemerintah telah menambah jenis vaksin booster Covid-19 yang diberikan ke masyarakat. Sehingga, terdapat 6 jenis vaksin booster Covid-19 yang digunakan di Indonesia. 

Keenam jenis vaksin booster Covid-19 tersebut antara lain vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J), dan vaksin Sinopharm.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, pemberian dosis booster Covid-19 dilakukan melalui dua mekanisme antara lain homolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. 


Sementara heterolog, yaitu pemberian dosis booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Lantas, seperti apa kombinasi penggunaan booster Covid-19 tersebut? 

Baca Juga: Giliran Omicron BA.2 yang Menyebar di Dunia, Kenali Gejala-gejalanya!

6 Jenis kombinasi vaksin booster Covid-19

Sementara itu, berikut adalah 6 jenis kombinasi vaksin primer dan vaksin booster Covid-19 yang digunakan di Indonesia: 

  1. Vaksin primer Sinovac, maka vaksin booster bisa menggunakan 3 jenis vaksin antara lain AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).
  2. Vaksin primernya AstraZeneca maka boosternya bisa menggunakan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan vaksin AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
  3. Vaksin primer Pfizer, untuk booster bisa menggunakan vaksin Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
  4. Vaksin primer Moderna, booster dengan menggunakan vaksin yang sama separuh dosis (0,25 ml). 
  5. Vaksin primer Janssen (J&J), maka untuk booster dengan menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).
  6. Vaksin primer Sinopharm booster nya menggunakan vaksin Sinopharm juga dengan dosis penuh (0,5 ml).
Baca Juga: Kemenkes: Pemerintah Belum Deteksi Kasus Varian Deltacron di Indonesia