Ini dua penyebab harga Bitcoin dan kawan-kawan jatuh ke titik terendah



KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin dan kawan-kawan pada Selasa (8/6) jatuh ke titik terendah dalam lebih dari seminggu terakhir, menyusul prospek perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan pengetatan regulasi aset kripto di China.

Mengutip data CoinDesk, harga Bitcoin pada Selasa sempat menukik ke level US$ 32.211,14. Pukul 17.56 WIB, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini ada di US$ 32.825,45 atau turun 10,49% dibanding posisi 24 jam sebelumnya.

Harga Ethereum di jam yang sama bertengger di US$ 2.492,52 atau melorot 12,27% dibandingkan dengan posisi 24 jam sebelumnya. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia ini sempat terpuruk ke level ke US$ 2.433,10.


Sementara harga Dogecoin di saat yang sama ada di US$ 0,325488 atau merosot 13,13% ketimbang posisi 24 jam sebelumnya. Kripto berbasis meme ini sempat terjungkal ke level US$ 0,316550.

Baca Juga: Harga Bitcoin terjungkal ke level US$ 32.000, ini penyebabnya

Penurunan tersebut menandai kerugian harian terbesar untuk Bitcoin sejak 28 Mei lalu di tengah tekanan jual yang dipicu sentimen bullish yang memudar.

Kegelisahan jangka pendek

Tekanan datang dari China atas operasi penambangan dan perdagangan kripto, di mana akun Weibo dari para pemimpin opini utama dalam crypto diblokir.

“China terus menekan kripto dengan larangan penambangan yang menghapus platform media sosial paling populer, Weibo, bersih dari akun influencer crypto,” kata Jehan Chu, Managing Partner Kenetic Capital, perusahaan investasi kripto yang berbasis di Hong Kong. 

“Ini menandakan jerat pengetatan di sekitar kripto di China," ujar dia, seperti dikutip CoinDesk.

Baca Juga: Bukan Bitcoin atau Ethereum, ini uang kripto kinerja terbaik hingga 7 Juni 2021

Editor: S.S. Kurniawan