​Ini isi aturan lengkap ke Bali naik pesawat wajib tes swab berbasis PCR



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan aturan bagi wisatawan yang ke Bali wajib melakukan tes swab dan hasilnya negatif.  

Aturan ke Bali wajib tes swab tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa wisatawan yang hendak ke Bali wajib menggunakan pesawat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2x24 jam sebelum keberangkatan. 


Lantas, seperti apa isi aturan lengkap ke Bali wajib tes swab? 

Baca Juga: Bali larang perayaan Tahun Baru

Isi aturan lengkap ke Bali wajib tes swab

Berikut isi aturan lengkap ke Bali wajib tes swab:

1. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang akan memasuki wilayah Bali harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku. 
  • Bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia. 
  • Bagi yang melakukan perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
  • Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan hasil negatif uji Rapid Test Antigen berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. 
  • Selama masih berada di Bali wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen yang masih berlaku.
  • Bagi PPDN yang berangkat dari Bali, surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau
  • Rapid Test Antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Bali.
Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021.

Baca Juga: Pemerintah melarang kerumunan dan perayaan tahun baru di tempat umum