Ini penyebab laba di Indo Tambangraya (ITMG) di kuartal I-2020 susut 61,2%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami tekanan sepanjang tiga bulan pertama 2020. Emiten tambang batubara ini kompak mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih.

Dari sisi topline, ITMG membukukan pendapatan bersih senilai US$ 365,90 juta, turun 19,23% dari pendapatan bersih kuartal I-2019 yang mencapai US$ 453,025.

Sementara itu, ITMG mengempit laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 15,40 juta. Realisasi ini turun 61,2% dari torehan laba bersih kuartal I-2019 yang mencapai US$ 39,74 juta.


iBaca Juga: Meski laba bersih anjlok, Indo Tambangraya Megah (ITMG) diharapkan bagi dividen

Direktur Hubungan Investor Indo Tambangraya Megah, Yulius Goazali, mengatakan, turunnya pendapatan dan laba bersih ITMG disebabkan oleh harga jual rata-rata batubara yang lebih rendah di sepanjang triwulan pertama 2020.

Sepanjang kuartal pertama 2020, ITMG membukukan harga jual rata-rata batubara yang lebih rendah, dari US$ 71,1 per ton menjadi US$ 58,7 per ton atau turun 17% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Turunnya harga batubara terutama disebabkan oleh permintaan batubara yang lebih rendah, yang disebabkan oleh faktor musiman. Anjloknya harga batubara semakin diperparah oleh situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Laba ITMG Anjlok 61,2% Akibat Harga Batubara Turun, Simak Rekomendasi Sahamnya

Kontan.co.id mencatat, sebagian besar pendapatan ITMG merupakan hasil penjualan ke pasar ekspor. Penjualan ke wilayah Asia Tenggara (kecuali Indonesia) serta India dan Pakistan masih menjadi penopang utama pendapatan ITMG, yakni senilai US$ 132,39 juta.

Disusul penjualan ke wilayah Taiwan, China, Hong Kong, Korea Selatan senilai US$ 88,1 juta. Penjualan ke Jepang sebesar US$ 74,66 juta dan penjualan ke Australia senilai US$ 1,69 juta. Sementara penjualan ke pasar domestik mencapai US$ 69,04 juta.

Editor: Noverius Laoli