Ini rencana Santosa Agrindo untuk meningkatkan kualitas sapi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Santosa Agrindo (Santori) berencana akan mengimpor 10.000 pcs sperma (semen) Sapi F1 Nelore pada Desember 2019 mendatang. Semen yang diimpor nantinya akan digunakan dalam inseminasi buatan (IB) sapi-sapi indukan yang dimiliki perseroan.

Untuk diketahui, Sapi Nelore merupakan jenis sapi potong yang memiliki pertumbuhan bobot lebih besar dari sapi-sepi jenis lain pada umumnya. Sapi Nelore F1 berasal dari Sapi Ongole atau Bos Indicus yang dibawa ke Brasil dari India.

Sebelumnya, Santori telah mengimpor sebanyak 5000 pcs semen Sapi Nelore yang telah dikawinsilangkan dengan sapi ex-impor jenis Brahman Cross di tahun 2017 dengan nilai investasi di atas Rp 10 miliar.. Namun demikian, Santori memutuskan untuk kembali mengimpor semen sapi jenis ini setelah mengevaluasi hasil dari IB dari semen tersebut.


Baca Juga: Japfa Comfeed Indonesia (JPFA): Denda KPPU tidak berdampak material

Menurut Head of Cattle Fattening PT Santosa Agrindo, Saufan Kasno, Sapi Nelore F1 memiliki keunggulan dalam beberapa hal. Dari segi pertumbuhan bobot tubuh harian atau average dailiy gain (ADG) misalnya.

Berdasarkan pengamatan Santori, Sapi potong jenis Nelore F1 yang dikembangbiakkan oleh perseroan memiliki ADG yang lebih besar dibanding sapi potong jenis lain.

Pasalnya, Sapi jenis Nelore F1 yang dikembangbiakkan oleh Santori mampu memiliki ADG 0,8 - 1,2 kg per harinya. Dengan pertumbuhan yang demikian, sapi potong berjenis Nelore F1 mampu mencapai berat sebesar 345 kg setelah dikembangbiakkan selama 365 hari.

Sementara itu, sapi potong super jenis lain seperti Brahman Cross hanya memiliki ADG hingga 0,88 kg/hari dan mencapai bobot rata-rata sebesar 326 kg setelah dikembangbiakkan selama setahun. Sapi potong jenis biasa bahkan umumnya hanya memiliki ADG sebesar 0,6 kg/ hari.

Baca Juga: Japfa kalah lawan KPPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Editor: Handoyo .