Ini strategi Malaysia dan Indonesia untuk hadapi kritik soal kelapa sawit



KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Industri kelapa sawit saat ini tengah menghadapi situasi sulit. Yakni, meningkatnya pengawasan terhadap komoditas yang dituduh menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas.

Terkait hal itu, salah seorang pejabat pemerintah Malaysia mengatakan, produsen minyak sawit akan membentuk dana bersama untuk melawan kritik di industri ini.  

Melansir Reuters, budidaya minyak kelapa sawit, yang digunakan dalam segala hal mulai dari es krim hingga lipstik, dipersalahkan atas deforestasi massal di Asia Tenggara dan membahayakan satwa liar seperti orangutan dan gajah kerdil.


Tan Yew Chong, sekretaris jenderal kementerian industri primer Malaysia yang mengawasi produksi minyak kelapa sawit, mengatakan dalam konferensi bahwa dana bersama ini akan dikelola oleh Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC), sebuah badan industri yang didirikan oleh produsen utama Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga: Airlangga membahas isu negatif sawit dengan Mahathir Muhammad

"Kami ingin bertindak besar atas (dana) itu untuk mengatasi masalah anti-kelapa sawit," kata Tan pada konferensi industri di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia.

Dia menambahkan, dana bersama tersebut akan menerapkan strategi komunikasi dan hubungan masyarakat baru untuk industri, di antara langkah-langkah lainnya.

Minyak sawit telah menjadi sorotan khusus tahun ini karena Uni Eropa telah meluncurkan upaya untuk merilis  undang-undang untuk membatasi penggunaan minyak nabati dalam biodiesel.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie