Ini subsektor industri ritel yang paling terdampak Covid-19 di Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua sektor di industri ritel terdampak pandemi virus corona. Namun Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebut, subsektor ritel bioskop menjadi yang paling parah terdampak pandemi ini.

Setelah bioskop, ritel gaya hidup lainnya seperti pusat permainan anak-anak, hingga gym atawa pusat kebugaran juga dinilai masih merasakan dampak keras akibat penyebaran virus corona di Indonesia. 

"Bioskop masih belum diperbolehkan buka sampai saat ini. Kalau salon dan gym sudah ada yang dibuka," kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (4/8).


Baca Juga: Bisnis ritel terpukul Covid-19, ini insentif yang diharapkan Hippindo

Budihardjo menambahkan, ritel fashion juga mengalami penurunan dahsyat, bahkan mencapai 80% sepanjang semester I 2020. Pada masa PSBB, omset yang bisa digapai hanya 15% sampai 20% dibandingkan dengan tahun lalu.

Sedangkan setelah dibuka pada Juni lalu, peritel fesyen baru mampu berdiri dengan omset sekitar 30% sampai 40%. Jumlah ini makin terpukul karena adanya pembatasan kapasitas trafik kunjungan di dalam mal.

Sementara industri ritel food and beverages (FnB) atau makanan dan minuman, dinilai cenderung bisa bertahan, karena kunjungan ke restoran yang padat setelah pusat perbelanjaan kembali dibuka.

"Kalau kami lihat di bulan Juni, setelah mall dibuka, paling ramai itu di FnB. Artinya, orang-orang masih antusias. Berbeda dengan Amerika Serikat, misalnya Pizza Hut malah menyatakan pailit, dengan adanya insentif pemerintah di Indonesia, industri ritel makanan dan minuman bisa bertahan dan masih terus bergerak," kata dia.

Editor: Anna Suci Perwitasari