Inilah ​6 faktor penyebab harga emas naik



KONTAN.CO.ID - Harga emas terus mendaki, dan berhasil menembus Rp 1 juta per gram. Pada Kamis, 6 Agustus 2020, harga emas Antam untuk ukuran 1 gram mencapai Rp 1.054.000.

Harga emas Antam ini naik Rp 6.000 per gram dari harga Rabu (5/8) di Rp 1.048.000. Jika ditinjau dari 7 hari lalu (30 Juli 2020), harga emas Antam naik Rp 38.000 per gram dari harga sebelumnya Rp 1.016.000. 

Ada sejumlah faktor penyebab harga emas naik. Dikutip dari investopedia, berikut faktornya:


Baca Juga: Harga emas diyakini akan terus melonjak ke rekor baru, ini alasannya

1. Inflasi 

Harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan, dan perilaku investor. Meski tampaknya cukup sederhana, faktor-faktor tersebut bekerja bersama.

Misalnya, banyak investor menganggap emas sebagai lindung nilai inflasi. Hal itu masuk akal karena uang kertas bisa mengalami penurunan nilai, sementara emas relatif konstan.

Kebetulan, penambangan emas tidak menambah banyak pasokan dari tahun ke tahun. Sehingga, masyarakat lebih memilih mengamankan aset mereka dalam bentuk emas dibanding uang lantaran nilainya tidak tergerus inflasi. 

Baca Juga: Harga Emas Terus Naik, Saatnya Profit Taking atau Tunggu Turun Sebelum Tambah Posisi

2. Jumlah permintaan dan pasokan

Saat resesi hebat melanda, harga emas naik. Dalam makalah berjudul The Golden Dilemma, Erb dan Harvey mencatat, emas memiliki elastisitas harga yang positif. 

Artinya, semakin banyak orang membeli emas, harganya naik, sejalan dengan permintaan. Jika investor mulai berbondong-bondong membeli emas, harga naik tidak peduli apa bentuk perekonomian atau apa kebijakan moneternya.