Inilah daftar perusahaan & organisasi yang beri bantuan Covid-19, pornhub termasuk



KONTAN.CO.ID - New York. Di tengah pandemi Covid-19 yang mengancam hampir di seluruh dunia, beberapa organisasi, perusahaan dan merek dagang telah ikut memberikan kontribusi untuk membantu mengentaskan dampak virus mematikan ini. Perusahaan besar maupun kecil turut serta memberikan bantuan corona. Termasuk juga perusahaan di industri film porno, Pornhub menyalurkan bantuan Covid-19.

Melansir Wired pada 7 Mei 2020, berikut sebagian organisasi yang telah secara langsung membawa sumber daya ke garis depan, menyumbangkan hasil dan persediaan, atau membantu memprioritaskan pelanggan yang rentan.

Lembaga nonprofit di Garis Depan Feeding America, memiliki Response Fund untuk Covid-19, yang membantu memastikan bank makanan di seluruh negeri dapat memberi makan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk anak-anak yang bergantung pada makanan sekolah untuk dimakan.


Doctors Without Borders, mengirimkan bantuan ke negara-negara yang paling terpukul oleh Covid-19 dan memperkuat pengendalian infeksi virus corona dalam program-programnya yang sudah mapan, serta mempertahankan bantuan yang ada di lebih dari 70 negara yang secara teratur.

Baca juga: 5 Tanda kolesterol tinggi, gemuk bukan berarti banyak kolesterol

Badan Kesehatan Dunia ( WHO), mengoordinasikan upaya di seluruh dunia untuk menanggapi kasus yang ada dan mencegah penyebaran virus corona baru.

Oxfam America, mengorganisir upaya untuk meningkatkan pengiriman air bersih dan perlengkapan sanitasi bagi para pengungsi serta mereka yang tinggal di lingkungan berisiko tinggi. World Central Kitchen, menyediakan makanan yang disiapkan oleh koki untuk mereka yang membutuhkan.

Team Rubicon, sebuah perusahaan berbasis veteran yang menyediakan layanan selama bencana alam dan keadaan darurat, telah mengumpulkan tim di seluruh negeri untuk membantu logistik, mengemas serta mendistribusikan makanan, dan bahkan menambah staf hotline. Vitamin Angels, organisasi nirlaba yang membantu wanita hamil yang kekurangan gizi dan bayi yang berisiko kekurangan gizi.

Editor: Adi Wikanto