Insentif PPnBM sokong sektor otomotif, Astra International (ASII) jadi top pick



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volume penjualan mobil kembali melambat pada bulan Mei 2021. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales secara nasional hanya 54.815 unit di bulan lalu. 

Asal tahu saja, penjualan wholesales tersebut turun 30,5% dibanding periode bulan April yang mencapai 78.908 unit.

Senasib, penjualan mobil untuk ritel pun mengalami penyusutan secara bulanan. Tercatat, sepanjang Mei, penjualannya hanya 64.175 unit atau turun 19,3% dari penjualan April yang sebanyak 74.499 unit.


Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menjelaskan, perlambatan volume penjualan mobil pada Mei tidak terlepas dari adanya Lebaran yang membuat hari kerja jauh lebih sedikit. 

Adapun, secara kumulatif, volume penjualan mobil hingga akhir Mei sudah mencapai 320.749 unit atau tumbuh 29,2% secara year on year (yoy).

“Angka tersebut sejauh ini masih inline karena telah memenuhi 41% dari proyeksi BRI Danareksa Sekuritas untuk volume penjualan mobil pada tahun ini,” kata dia dalam riset yang dirilis Senin (14/6). 

Baca Juga: Astra International (ASII) catat penjualan mobil mulai pulih

Sementara analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus bilang, volume penjualan mobil hingga akhir Mei 2021 telah memenuhi 42,1% dari proyeksinya untuk tahun ini. Ia bilang, meskipun pemerintah telah memberikan relaksasi PPnBM pada Maret-Mei, nyatanya penjualan mobil masih turun 15% dari level penjualan pre-covid.

Willinoy menjelaskan, salah satu penyebab mengapa para dealer tidak bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dari adanya relaksasi PPnBM dalam tiga bulan kemarin adalah terbatasnya pasokan mobil seiring adanya kelangkaan pasokan semikonduktor secara global

“Selain itu, adanya ketidakpastian harga bagi yang membeli mobil secara pre-order setelah bulan Mei turut menjadi salah satu penyebab. Oleh karena itu, perpanjangan relaksasi PPnBM hingga Agustus menjadi langkah yang rasional untuk tingkatkan penjualan volume mobil,” imbuh Willinoy.

Editor: Anna Suci Perwitasari