Instrumen investasi saham paling jeblok pada kuartal I-2020, seperti apa prospeknya?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona yang menyebar sejak awal tahun harus membuat para investor berbasis saham gigit jari. Bagaimana tidak, sepanjang kuartal I-2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 27,95%. Catatan tersebut sekaligus menjadikan investasi saham sebagai investasi dengan return terburuk pada kuartal I-2020.

Tak hanya saham, obligasi juga turut terdampak imbas pandemi virus corona. Sepanjang kuartal I-2020, obligasi pemerintah yang tercermin dari indeks Inter Dealer Market Association (IDMA) yang harus terkoreksi 8,51% sepanjang kuartal I-2020.

Baca Juga: Market cap IDX BUMN20 tergerus Rp 616,68 triliun, ini 10 saham yang anjlok terdalam


Sementara itu, obligasi korporasi bernasib lebih baik. Indobex Corporate Bond tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,15% pada kuartal I-2020 kemarin.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengungkapkan prospek membaiknya kinerja saham dan obligasi bergantung pada seperti apa penanganan pandemi virus corona. Khususnya penanganan di Amerika Serikat yang menjadi acuan saham dunia dalam waktu pandemik saat ini.

“Jika penanganan bisa dilakukan secara cepat, kemungkinan besar rebound juga akan berlangsung cepat. Begitu pun sebaliknya, jika lambat maka rebound pun akan ikut lambat,” ujar Rudiyanto kepada Kontan.co.id, Kamis (2/4).

Rudiyanto optimistis pemulihan pasca virus corona di Amerika Serikat akan berpotensi berbentuk V-shape. Pasalnya, krisis yang terjadi kali ini bersifat force majeure. Sehingga tidak ada pihak yang bisa disalahkan selain virus itu sendiri.

Editor: Herlina Kartika Dewi