Intelijen Inggris sebut ancaman Rusia dan China sama dengan terorisme



KONTAN.CO.ID - LONDON. MI5 sebagai salah satu agen intelijen paling elit di dunia kini mulai mewaspadai manuver agen mata-mata dari Rusia dan China. Kekhawatiran ini diungkapkan langsung sang pemimpin, Ken McCallum.

Direktur Jenderal MI5 Ken McCallum pada Rabu (14/7) mengatakan, intelijen Inggris telah mencatat 10.000 pendekatan terselubung oleh mata-mata asing yang berusaha memanipulasi orang-orang biasa di negeri Ratu Elizabeth II.

McCallum menegaskan, ancaman dari Rusia dan China ada di level yang sama dengan terorisme.


"Mereka berusaha mencuri teknologi, menabur perselisihan, dan menyerang infrastruktur," kata McCallum, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: NATO cemas kebangkitan militer China: Mereka bisa ada di mana saja!

Insiden 9/11 di Amerika Serikat hampir 20 tahun yang lalu menjadikan penanggulangan terorisme sebagai prioritas sebagian besar badan intelijen negara-negara Barat.

Belakangan, geliat mata-mata Rusia dan China kembali mengalihkan fokus para intelijen Barat, balik ke metode intelijen kuno di mana mata-mata yang melacak mata-mata lain.

"Kita harus, dari waktu ke waktu, membangun kesadaran dan ketahanan publik yang sama terhadap ancaman negara yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun terhadap terorisme," lanjut McCallum dalam pidatonya di markas MI5, Thames House.

Para intelijen Inggris mengakui, Rusia dan China secara independen berusaha mencuri data sensitif komersial dan kekayaan intelektual serta ikut campur dalam politik dan menabur informasi yang salah.

Baca Juga: AS bersiap membalas, Biden tekan Putin agar tindak kelompok ransomware