KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Indonesia sampai saat ini masih terbilang boros dan tidak efisien, lantaran tingginya biaya berinvestasi di dalam negeri. Ini terlihat dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang cukup tinggi bahkan di atas target pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ICOR Indonesia hanya mengalami sedikit penurunan dalam lima tahun terakhir, namun sempat naik drastis pada 2021. Tahun 2016 ICOR tercatat sebesar 6,73%, dan meningkat pada 2017 sebesar 6,95%. Kemudian, pada 2018 turun tipis menjadi 6,72%, 2019 meningkat jadi 6,88%, 2020 turun hingga -15,09%, kemudian pada 2021 kembali meningkat di kisaran 8%, dan pada 2022 sebesar 6,2%.
Biaya Investasi Mahal, Ekonomi Indonesia Boros
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian Indonesia sampai saat ini masih terbilang boros dan tidak efisien, lantaran tingginya biaya berinvestasi di dalam negeri. Ini terlihat dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang cukup tinggi bahkan di atas target pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ICOR Indonesia hanya mengalami sedikit penurunan dalam lima tahun terakhir, namun sempat naik drastis pada 2021. Tahun 2016 ICOR tercatat sebesar 6,73%, dan meningkat pada 2017 sebesar 6,95%. Kemudian, pada 2018 turun tipis menjadi 6,72%, 2019 meningkat jadi 6,88%, 2020 turun hingga -15,09%, kemudian pada 2021 kembali meningkat di kisaran 8%, dan pada 2022 sebesar 6,2%.