Istana menepis tudingan peresmian proyek infrastruktur berkaitan dengan tahun politik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pihak istana membantah jika ada unsur kesengajaan bahwa mayoritas proyek besar infrastruktur dikejar menjelang Pemilu 2019. Hal itu mengingat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali mencalonkan diri sebagai Calon Presiden di tahun depan.

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengatakan, peresmian yang bertepatan dengan Pemilu itu hanya merupakan proses saja. Tidak ada rencana peresmian di tahun politik," katanya lewat pesan singkat kepada Kontan.co.id, Selasa (27/11).

Sebab, pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi ini memang dikejar sejak empat tahun lalu. "Kan perlu waktu, nah ada beberapa proyek itu yang baru selesai pembangunannya tahun 2018 dan 2019," tambah Johan.


Hal yang sama juga dikatakan Staf Khusus Presiden bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika yang menyampaikan, Presiden sudah sering meresmikan Infrastruktur sebelum menjelang tahun politik.

"Presiden kan sdh sering meresmikan infrastruktur sejak 2016 bandara, jalan tol, waduk, listrik, dan lain-lain. Kalau memang sudah jadi, ya diresmikan," tegas Erani.

Adapun sebelumnya Presiden Jokowi sudah mulai blak-blakan jika peresmian beberapa proyek infrastruktur memang menyiratkan kepentingan politik. Di depan para CEO di acara Kompas100 CEO Forum, Presiden merinci proyek infrastruktur yang sudah siap diresmikan pada awal bulan depan dan tahun depan.

Proyek di bulan Desember 2018 yang selesai itu adalah, Tol Jakarta-Surabaya yang sudah mulai tersambung. Sementara tol Merak- Banyuwangi akan selesai akhir 2019.

Kemudian, Tol Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar yang sepanjang 148 km juga akan diresmikan Desember ini. Lalu untuk Bakauheni-Palembang sepanjang 350km diusahakan April 2019 selesai.

"Insya Allah nanti saya tanya ke kontraktornya katanya Juni. Saya tawar mbok April. Mbok agak maju sedikit ke April biar ada manfaatnya," ucap Presiden di acara Kompas 100 CEO Forum, Selasa (27/11). April dipilih agar bisa dimanfaatkan pada Lebaran tahun depan.

Tapi selanjutnya Presiden bilang, selain menyambut Lebaran, pertimbangan April juga untuk menyambut Pemilu di tahun depan yang bertepatan pada bulan yang sama. "

Tapi ya termasuk untuk Pemilu itu juga, udah kita blak-blakan saja. Orang sudah mau selesai kok harus kita resmikan kalau tidak ya harus mundur," tukas Presiden di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia.

Editor: Yudho Winarto