Jack Welch, CEO General Electric (GE) paling legendaris tutup usia



KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Jack Welch, bekas Chief Executive Officer (CEO) General Electric Co (GE) paling legendaris wafat pada usia 84 tahun, Senin (2/3). Welch mampu mengubah GE selama era 1980-an dan 1990-an menjadi perusahaan publik paling berharga di Amerika Serikat (AS).

Welch yang dikenal sebagai "Jack Neutron" karena memangkas ribuan pekerjaan, membeli dan menjual sejumlah bisnis GE, lalu memperluas raksasa industri ini menjadi jasa keuangan dan konsultasi.

Baca Juga: China lahirkan miliarder baru tiga kali lebih banyak dari Amerika Serikat


Seperti dikutip Reuters, di bawahnya, nilai pasar GE tumbuh dari US$ 12 miliar menjadi US$ 410 miliar. Tetapi dorongannya untuk membangun bisnis pembiayaan GE Capital hampir hancur selama krisis keuangan global yang menghantam lebih dari satu dekade yang lalu, dan bisnis GE tinggal sebagian kecil dari nilai puncaknya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ikut kehilangan Welch. “Tidak ada pemimpin perusahaan seperti“ neutron ”Jack. Dia adalah teman dan pendukung saya. Kami membuat kesepakatan luar biasa bersama. Dia tidak akan pernah terlupakan. Simpati terhangat saya kepada istri & keluarganya yang luar biasa! ” demikian Trump dalam tweet-nya.

Pada Desember 1980, Jack Welch diumumkan akan menggantikan CEO GE saat itu Reginald Jones dan pada April 1981 ia mengambil alih sebagai Chairman dan CEO kedelapan GE.

Dia menjabat dalam posisi itu sampai dia pensiun pada September 2001, dan digantikan oleh Jeff Immelt.

GE melihat pertumbuhan dan ekspansi luar biasa di bawah kepemimpinan Welch. Melalui perampingan operasional, mengakuisisi bisnis baru dan memastikan bahwa setiap bisnis di bawah payung GE adalah salah satu legascy Welsch sehingga GE dapat berkembang secara dramatis dari 1981 hingga 2001.

“Sebelum Anda seorang pemimpin, kesuksesan adalah tentang menumbuhkan diri Anda. Ketika Anda menjadi seorang pemimpin, kesuksesan adalah tentang menumbuhkan orang lain, "tulis Welch dalam sebuah buku berjudul "Winning".

Baca Juga: Warren Buffett mulai beri banyak peran para calon penerusnya di Berkshire

Editor: Khomarul Hidayat