Jadi negara terkuat di dunia, ini peta kekuatan militer AS



KONTAN.CO.ID -  Amerika Serikat ( AS) lagi-lagi mempertahankan posisi teratas sebagai negara dengan kekuatan militer tak terbantahkan di dunia menurut Global Firepower.

Pada 2020, AS berada di peringkat 1 dari 138 dari negara-negara yang ditinjau oleh Global Firepower.

Tak tanggung-tanggung, Washington mengalokasikan US$ 750 miliar (Rp 10.660 triliun) untuk anggaran militernya pada 2020. AS menghabiskan sebagian besar anggarannya untuk militernya. Sekarang pun, belum ada negara lain yang benar-benar dapat mengancam kekuatan militer AS.


Pengeluaran militernya terus meningkat sebesar 7% selama dekade terakhir.

Selain itu, AS juga unggul dalam hal teknologi seperti jet tempur siluman generasi terbaru, sistem pertahanan udara, kapal perang, dan lain-lain. Dilansir dari Global Firepower, berikut kekuatan yang dimiliki oleh AS pada 2020.

Baca Juga: Jepang berambisi kembangkan jet tempur tak berawak untuk saingi China

Kekuatan darat

“Negeri Uncle Sam” diperkirakan memiliki sekitar 1.400.000 personel militer aktif dan 860.000 personel cadangan. Sehingga, AS memiliki total personel militer sebanyak 2,26 juta personel.

Selain memiliki jumlah tentara yang cukup banyak, kendaraan tempur AS juga sangat mumpuni. Untuk tank saja, AS memiliki 6.289 unit.

Selain tank, AS juga memiliki 39.253 kendaraan lapis baja, 1.465 artileri swagerak, 2.740 artileri derek, dan 1.366 peluncur roket. Jumlah tersebut belum termasuk rudal, baik rudal jangka pendek maupun rudal balistik atar benua (ICBM) dan sistem pertahanan udara milik AS.

Baca Juga: Kapal Induk Inggris bakal ke Laut China Selatan, begini respons China

Kekuatan laut

AS memiliki jumlah kapal induk terbanyak di dunia yakni sebanyak 20 unit, dan belum ada negara di belahan dunia mana pun yang mampu menandingi jumlah ini.

Banyaknya kapal induk ini merupakan bukti betapa kuatnya AS di perairan sebagaimana dilaporkan Military.com. Angkatan Laut AS juga memiliki 91 kapal perusak, 19 kapal korvet, 13 kapal patroli, dan 66 kapal selam.

Editor: Noverius Laoli