Jaga kinerja, Central Proteina Prima (CPRO) garap pasar ekspor alternatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Proteina Prima Tbk mengendus adanya peluang permintaan ekspor udang olahan dan udang beku di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Untuk itu, emiten perikanan berkode saham CPRO ini ingin memperkuat penjualan di pasar ekspor.

Head of Corporate Communication CPRO Arman Zakaria Diah mengatakan, pihaknya tengah berupaya memperluas jangkauan pasar ekspor dengan cara menggarap pasar ekspor di negara-negara Skandinavia seperti Denmark dan Norwegia. Pengapalan produk ekspor ke kedua negara ini sudah mulai dilakukan sejak April 2020 lalu.  

Baca Juga: Hingga tutup tahun, CPRO proyeksikan penjualan capai Rp 7,3 triliun - Rp 7,5 triliun


Pemilihan Denmark dan Norwegia sebagai target pasar baru berdasar pada adanya peluang pasar yang ada pada segmen ritel modern market di kedua negara tersebut. 

“(Terdapat) akses ke pasar ritel atau supermarket yang lebih luas, di mana persyaratan dari mereka bisa dipenuhi oleh CPRO yang menjadi keunggulan kami,” kata Arman kepada Kontan.co.i.d, Rabu (17/6).

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis yang dibagikan melalui laman keterbukaan informasi pada 4 Juni 2020, manajemen CPRO menyebut bahwa upaya perluasan pasar ekspor dilakukan untuk menyiasati turunnya daya beli dan aktivitas budidaya udang dan ikan di Indonesia. 

Sedikit informasi, selain menjual produk makanan, CPRO memang menjual produk pakan hewan. Sepanjang Januari - September 2019 lalu, lini produk tersebut menyumbang pendapatan sebesar Rp 4,39 triliun atau setara dengan 79,70% dari total penjualan neto CPRO di sembilan bulan pertama tahun lalu.

Pendapatan pada segmen tersebut memang dipengaruhi aktivitas budidaya ikan dan udang di Indonesia.

Editor: Anna Suci Perwitasari