Jangan meremehkan, kasus Covid-19 di usia muda semakin banyak, jumlah kematian naik



KONTAN.CO.ID - Washington DC. Jumlah kasus Covid-19 pada pasien usia muda semakin banyak terjadi di sejumlah negara. Anak-anak dan remaja juga harus semakin waspada karena jumlah kasus Covid-19 di kelompok ini semakin banyak.

Virus corona penyebab Covid-19 telah menginfeksi 142.727.805 orang di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut 3.043.707 orang meninggal dunia dan 121.246.463 dapat kembali pulih.

Selama ini, Covid-19 dinilai lebih berisiko pada pasien dengan usia lanjut di atas 60 tahun serta memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi hingga jantung. Namun dengan adanya varian virus dan sejumlah mutasi yang lebih menular, terdapat kecenderungan bahwa kalangan usia muda juga bisa lebih berisiko.


Dikutip dari Aljazeera (19/4/2021), banyak kalangan muda bahkan anak-anak di Amerika Serikat kini justru terpapar Covid-19 dan mengalami gejala yang tidak ringan. Banyak dari mereka yang kondisinya parah dan membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan tak jarang perjuangannya berujung dengan kematian.

Kepala petugas medis sebuah rumah sakit anak di Michigan, Rudolph Valentini menyebut saat ini lebih banyak anak muda yang dilarikan ke UGD, ICU, bahkan hingga memerlukan ventilator sebagai alat bantu napas mekanis. Pasien Covid-19 dengan gejala parah tersebut berusia antara 20, 25, hingga 35 tahun.

Baca juga: Data Corona Indonesia, Selasa (20/4): Tambah 5.549 kasus, total 1.614.849 kasus

Merata di sejumlah negara bagian

Rudolph menyebut, kondisi ini tidak hanya terjadi di rumah sakit tempatnya bekerja, melainkan juga dijumpai kasus serupa di seluruh negara bagian AS. Di Chicago, pasien Covid-19 yang dirawat inap kini kebanyakan berusia di bawah 50 tahun, berbeda dengan kondisi di awal pandemi di mana para lansia dan pasien komorbid yang banyak menempati ruang-ruang perawatan.

Hal serupa juga terjadi di New Jersey. Hampir separuh pasien rawat inap Covid-19, merupakan usia 60 tahun ke bawah. Dari jumlah pasien yang terinfeksi, 11 persen adalah usia 30-39 tahun, 10 persennya merupakan usia 40-49 tahun, dan 21 persen lainnya berusia 50-59 tahun.

Editor: Adi Wikanto