Jeff Bezos berprinsip 'customer first', sedangkan Elon Musk 'technology first'



KONTAN.CO.ID -  Dalam artikel sebelumnya, dituliskan bahwa Bos Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos merupakan orang paling inovatif dengan misi berani, bersanding dengan Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk. Namun Forbes menemukan keunikan dari kedua orang ini.

Khususnya dalam cara mereka mencapai ambisi mereka.

Menurut Forbes, Bezos adalah seorang inovator pelanggan pertama (customer first). Bezos telah menetapkan proses inovasi di Amazon yang disebut bekerja mundur (working backwards) yang menjadi titik awalnya sebagai fokus pada keinginan pelanggan.


Baca Juga: Begini cara Jeff Bezos merayakan hari buruh bersama kekasihnya Sanchez

Kemudian, bekerja mundur untuk mencari tahu bagaimana melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pada intinya, Bezos memanfaatkan pendekatan yang berfokus pada penyelesaian ketidakpastian pasar dan kemudian mengasumsikan bahwa ketidakpastian teknologi dapat diselesaikan.

Sebaliknya, Forbes menemukan bahwa Musk menggunakan pendekatan teknologi pertama (technology-first). Elon tampaknya telah mengadopsi filosofi Steve Jobs dimana dia percaya bahwa dia tahu kemana pasar akan pergi dan tahu lebih baik daripada apa yang diketahui pelanggan mengenai kebutuhan dan keinginan mereka.

Maka, Musk hanya mengumpulkan sedikit stok untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat ini dan lebih dari itu, dalam solusi yang ia sebut prinsip pertama, yang mana konsumen bahkan belum tahu apa mereka butuhkan, itulah yang disiapkannya.

Karena itu, Musk memilih apa yang dia anggap sebagai masalah penting yang belum diselesaikan saat ini karena kendala teknologi. Kemudian dia menghubungkan keberhasilan menyelesaikan masalah itu dengan pemikiran prinsip pertama.

Baca Juga: Jeff Bezos dan Lauren Sanchez kembali menikmati liburan romantis di Venesia, Italia

"Saya beroperasi pada pendekatan analisis fisika dengan prinsip pertama," kata Musk kepada Forbes.

Pendekatan prinsip pertama, yang pertama kali diartikulasikan dan dinamai oleh Aristoteles (filsuf Yunani) adalah praktik mengidentifikasi kendala utama yang mendasar untuk mencapai terobosan kinerja dan kemudian menguji setiap opsi yang mungkin untuk menghilangkan satu atau lebih kendala tersebut. 

Editor: Noverius Laoli