Jet tempur hingga drone canggih, kekuatan baru Beijing di Airshow China



KONTAN.CO.ID - ZHUHAI. Upaya China untuk swasembada di bidang kedirgantaraan dan peningkatan kekuatan militernya bakal mereka tunjukan di pameran udara terbesar di negara itu pekan ini. Mulai jet tempur hingga drone canggih.

Airshow China yang biasanya berlangsung dua tahun sekali di Kota Zhuhai, tertunda satu tahun karena pandemi COVID-19.

"Fakta bahwa Airshow China benar-benar terjadi, ketika kalender pertunjukan udara global sangat terganggu, memungkinkan China untuk menunjukkan itu telah kembali ke keadaan normal pasca-COVID," kata Douglas Barrie, senior fellow for military aerospace di International Institute for Strategic Studies (IISS), kepada Reuters.


Upaya China untuk meningkatkan teknologi kedirgantaraan dalam negeri akan menjadi sorotan saat persaingan strategis yang berkembang dengan Barat.

Baca Juga: Xi Jinping: Saat ini, situasi di Selat Taiwan rumit dan suram

“Ketika China menghadapi ancaman yang meningkat dari Barat, China perlu meningkatkan kemampuan industri militer, penerbangan, dan kedirgantaraannya,” kata Song Zhongping, pengamat militer dan mantan instruktur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) pada teknologi rudal, kepada Reuters.

Lebih dari 100 pesawat telah terdaftar untuk dipamerkan di udara atau di darat saat China menunjukkan kekuatan militer dan ambisi luar angkasanya, termasuk roket awak generasi berikutnya dan kendaraan peluncuran berat.

Media Pemerintah China melaporkan jet tempur J-16D, versi peperangan elektronik dari J-16, akan membuat debut di Airshow China.

Wing Loong II, drone bersenjata yang mirip dengan MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat, telah dijual ke pelanggan termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, dan Pakistan, juga bakal unjuk gigi.

Baca Juga: Makin panas, 19 pesawat tempur China masuk zona pertahanan udara Taiwan

Editor: S.S. Kurniawan