Jika jadi IPO, big tech bakal mengubah peta pembobotan market cap



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peta pembobotan market cap berpotensi berubah. Potensi ini sejalan dengan rencana sejumlah big tech atawa startup yang sudah sangat dominan di ekosistemnya untuk menghelat initial public offering (IPO).

Komisaris BEI, Pandu Patria Sjahrir pada kesempatan yang sama mengatakan, ada empat big tech yang berpotensi mencatatkan sahamnya di BEI. Bukalapak dipastikan menjadi yang pertama lantaran prosesnya sudah berjalan.

Bahkan, Bukalapak dijadwalkan bakal listing bulan depan. GoTo yang merupakan entitas hasil merger Gojek dan Tokopedia juga dikabarkan masih memproses IPO.


Baca Juga: Tiga big tech berpotensi IPO, valuasinya lebih dari Rp 300 triliun

Nama potensial lain adalah, Traveloka. Big tech berbasis logistik J&T juga masuk sebagai kandidat terkuat untuk IPO.

Pandu menambahkan, masuknya big tech tersebut bakal mengubah peta pembobotan MSCI Indonesia Index. "Jika IPO, keempatnya bisa masuk dalam jajaran 20 saham dengan bobot terbesar," imbuhnya, Kamis (15/7).

Itu karena besarnya market cap big tech setelah IPO. Goto misalnya. Perusahaan ini diperkirakan memiliki market cap US$ 18 miliar atau setara sekitar Rp 261 triliun jika menggunakan kurs Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat(AS).

Bukalapak diperkirakan memiliki market cap US$ 5,34 miliar-US$ 6,05 miliar. Sedang J&T dan Traveloka masing-masing memiliki perkiraan market cap US$ 7,8 miliar dan US$ 2,75 miliar.

Baca Juga: Setelah rebound 1,13%, IHSG diprediksi melanjutkan kenaikan pada Jumat (16/7)

Dengan perkiraan tersebut, bobot Goto terhadap market cap IHSG sekitar 3,48% atau setara US$ 3,6 miliar. Posisi ini hanya setingkat di bawah PT Astra International Tbk (ASII) yang sebesar 6,65%.

Editor: Tendi Mahadi